Pengkhianatan(4)

1225 Kata
Happy Reading Kaila pulang ke rumah tepat pukul tujuh malam. Tugas dari dosennya mengenai penataan suatu ruangan kantor sungguh membuat dirinya maupun Davira harus berpikir cukup keras untuk memikirkan konsep yang sesuai. Untung saja mereka mendapat inspirasi tadi gara-gara melihat pekerja kantoran yang terlihat letih saat datang ke kafe tempat mereka nongkrong. Sebenarnya ia juga cukup malas untuk pulang ke rumah. Bagaimana tidak, rumah yang dulu menjadi tempat hangat untuknya pulang sekarang menjadi tempat penyiksaan baginya. Orang tua yang tidak lagi menunjukkan kasih sayang hanya karena kesalahpahaman itu. Kakaknya sendiri yang selalu mencari masalah dengannya. "Assalamualaikum. Kaila pulang" "Waalaikumsalam, Non Kaila udah pulang. Ayo, tuan dan nyonya sudah ada di meja makan menunggu nona," ujar bibi Sum Heh, apa benar papa dan mama menungguku. Bullshit ~ batin Kaila Kaila pun berjalan menuju arah meja makan. Saat sampai di meja makan, Kaila cukup terkejut dengan kehadiran Irsyad di sana. Dapat Kaila lihat bagaimana Dianti yang bercanda ria dengan Irsyad. Hatinya kembali sakit. "Kaila pulang, Pa, Ma," ucap Kaila "Hmm, duduklah," balas Devi dengan nada dingin. Kaila duduk dengan pelan di samping mamanya. Hatinya terasa tercabik-cabik melihat Irsyad membantu mengambilkan makanan untuk Dianti. Apakah secepat itu Irsyad melupakan dirinya? Kaila berusaha tidak terlalu memperdulikannya dan mencoba makan dengan tenang. Tapi hal itu tidak bertahan lama karena Kaila dibuat kembali naik darah ketika melihat Irsyad mengusap bekas makanan di dekat bibir Dianti. Cukup! Sudah cukup! "Aku udah kenyang. Aku pamit balik ke kamar," ujar Kaila seraya berlalu dari meja makan. Hatinya kembali teriris ketika orang tuanya tidak menanggapi apapun ketika ia pergi. Dianti menampilkan senyum yang licik karena rencananya berhasil untuk membuat Kaila marah. Kaila menjatuhkan tubuhnya di kasur. Ia memeluk erat bantalnya agar suara isakan itu tidak terdengar. Kaila kembali menangis. Akhir-akhir ini Kaila seringkali menangis dan itu terjadi setiap malam. Kaila selalu berharap ketika ia bangun pagi, semua masalah yang terjadi padanya hanyalah sebuah mimpi buruk. Tapi, harapan itu tidak akan pernah terwujud. Kaila mengusap air matanya dan menarik napas yang dalam. "Aku enggak boleh sedih terus. Aku harus kuat. Aku enggak lemah. Mungkin ini takdir yang diberikan Tuhan padaku. Aku yakin ini akan segera berakhir. Tenang saja dan jalani seperti biasanya," gumam Kaila mencoba menyemangati dirinya sendiri. Kaila segera beranjak menuju meja belajarnya. Daripada pusing memikirkan hal itu, mending ia melanjutkan tugasnya saja. Satu jam berlalu ketika ia mengerjakan tugasnya, tiba-tiba saja ia merasakan tenggorokannya kering. Walaupun tidak ingin keluar dari kamarnya, tapi ia harus segera ke dapur untuk menyegarkan tenggorokannya. Segera ia beranjak untuk ke dapur dan mengambil air. Ketika Kaila meminum air tersebut, ia melihat siluet Dianti dan Irsyad yang sedang duduk di bangku taman belakang rumahnya. Kaila pun mencoba mendekati. Saat jaraknya semakin dekat, seketika Kaila melebarkan kedua matanya. Air matanya kembali turun. Kaila menutup mulutnya tidak percaya. Bagaimana tidak, ia melihat Irsyad dan Dianti berciuman mesra. Kaila pun memundurkan langkahnya perlahan sebelum berlari kembali ke kamarnya. Saat di kamarnya, Kaila memukul-mukul dadanya yang begitu sakit. "Ini sangat sakit. Sangat," lirih Kaila *** "Ihh, enggak tau malu yah masih berani datang ke kampus" "Enggak tau malu banget jadi cewek" "Idihh, ogah main dengan cewek j*la*g" Kaila memberhentikan langkahnya ketika mendengar cemoohan yang sedari tadi ia dengar ketika datang ke kampus. Kaila membalikkan tubuhnya dan menatap salah satu mahasiswa yang menghinanya. "watch your mouth! Kau pikir aku akan diam saja dengan hinaan kalian. Kalau kalian semakin membuat ulah, jangan salahkan aku jika aku enggak segan-segan melaporkan kalian ke polisi atas pencemaran nama baik," gertak Kaila "Laporin aja, kau pikir kami takut. Yang ada dirimu itu yang akan ditangkap sama polisi karena menjadi p*lac*r," hina Luna "What are you getting at?!" geram Kaila ketika mendengar hinaan kembali dari Luna. Luna berjalan mendekatinya dan menunjukkan sebuah video yang ada di ponselnya. Kaila memandang terkejut pada video itu. Bagaimana bisa seorang perempuan yang terlihat sepertinya sedang masuk ke dalam club malam bersama seorang pria tua. "A-Apa maksudnya ini?!" tanya Kaila yang sangat terkejut. "Cih, masih nanya lagi. Ini dirimu kan. Enggak nyangka ternyata seorang Anulika Kaila benar-benar seorang j*la*ng. Pantesan aja semua cowok mau diembat," hina Luna 'plak' Kaila menampar wajah Luna dan menunjuk ke arah Luna dengan pandangan tajam. "Watch your mouth! Aku enggak seperti itu. Video itu sama sekali enggak bener. Aku enggak pernah melakukan hal menjijikan seperti itu," geram Kaila Luna yang tidak terima ditampar, akhirnya menarik kuat rambut Kaila. Kaila menahan tangan Luna yang menarik rambutnya. "Kau pikir kita semua percaya hah?! Video itu sangat jelas dirimu. Kau mau mengelak apa lagi. Lebih baik kau jangan sok-sokan lagi. Kau itu sangat rendah. Heh, bagaimana reaksi orangtuamu yah saat melihat video ini," gertak Luna seraya menarik dengan kuat rambut Kaila. 'plak' Kaila menginjak kaki Luna seraya melayangkan kembali tamparan di wajah Luna. "Kau pikir aku peduli jika kau memberitahu orang tuaku. Kau salah! Aku enggak takut dengan ancamanmu itu. Liat aja, aku akan menemukan pelaku penyebar video itu dan akan langsung menuntutnya," gertak Kaila seraya berbalik untuk pergi. 'crack' Seketika Kaila terkejut dengan pecahan telur yang mengenai belakang tubuhnya. Kaila membalikkan badannya. 'crack' "Kau pikir kami juga takut dengan ancamanmu. Pergi sana! Jangan datang ke kampus lagi. Dasar j*la*g! Buat malu kampus aja!" "Iyah pergi sana!" 'crack' "Pergi, jangan kembali lagi!" 'crack' 'crack' Kaila berlari karena lemparan-lemparan yang mengenai tubuhnya. Akhirnya ia berhasil pergi dari para mahasiswa itu. Ia sangat bingung saat ini. Siapa yang menyebarkan video yang mem fitnah dirinya itu. Kenapa juga perempuan di video itu cukup mirip dengannya. Jangankan ke sana, mendengar namanya saja membuat Kaila langsung bergidik. Kaila pun memutuskan untuk pulang ke rumah saja. Karena jujur telur yang dilemparkan padanya itu adalah telur busuk. Oleh karena itu, sepanjang jalan ia dilihati oleh banyak orang karena bau amisnya. Kaila tidak ingin naik angkutan umum karena bau amis itu. Karena tak tahan juga dengan bau amis itu, Kaila pun memutuskan untuk pergi ke toilet umum dulu. Saat ingin menyebrang di jalan, Kaila tidak melihat kiri-kanannya. Hingga tak melihat sebuah mobil yang bergerak cepat ke arahnya. 'BRAK' Kaila terlempar cukup jauh dari sana. Kaila merasakan pening luar biasa di kepalanya. Kaila melihat ke atas dengan napas yang tersengal-sengal. Apakah ini akhir baginya? Apakah ia akan mati sia-sia sekarang? Semakin memikirkannya semakin membuat kesadarannya menghilang. Hingga gelap menjemput dirinya. *** "Auhh, kepalaku sakit" "Nona, jangan banyak bergerak. Nona baru saja habis selesai operasi," ucap seorang suster yang menahan Kaila untuk bangun. "Saya di rumah sakit?" tanya Kaila "Iya Nona. Nona baru saja mengalami kecelakaan. Sekarang nina istirahat saja dulu," ujar suster itu. "Apakah keluarga saya ada?" tanya Kaila "Maaf Nona. Tadi kami sudah mencoba menghubungi pihak keluarga Nona. Tapi, tidak ada jawaban," jawab suster itu. "Ohh, baiklah suster" "Ini ponsel dan tasnya Nona. Kalau gitu saya permisi," ucap suster Kaila menganggukkan kepalanya lemah. Selepas perginya suster itu, Kaila mengecek ponselnya. Tak ada panggilan dari siapapun. Padahal ini sudah jam dua pagi. "Heh, mereka bener-bener enggak peduli lagikah denganku? Kayaknya aku udah dibuang," gumam Kaila dengan air mata yang mengalir. Kaila menangis dalam diam meratapi nasibnya yang buruk saat ini. Sungguh takdir benar-benar mempermainkannya. Quote of the Day: Aku tertawa dengan kebodohan diriku yang tak tau bahwa dirimu itu hanya sebatas angin lalu. ~TBC~ Bagaimana dengan chapter ini??? Jangan bosen-bosen yah untuk terus mampir. Juga jangan lupa vote dan comment nya reader!!! Aku janji akan rajin untuk update ceritanya. See you in next chapter!!!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN