Menghilang

1626 Kata
Happy Reading Seorang pria tengah bercermin di depan kaca seraya merapikan kerah kemejanya yang tampak kusut. Ia lalu membuka laci dan mengambil sisir. Ia menyisir rambutnya ke atas hingga keningnya yang mulus terlihat. 'cklek' "Kau mau kemana?" Suara dari seseorang tak mengalihkan atemsinya untuk terus bersiap-siap. Melihat tidak mendapatkan respon yang baik, pria berkacamata itu langsung menghela napas kasar. "Kalau kau berniat untuk kembali, aku dengan tegas akan langsung melarangmu," ucapnya Pria yang tengah menyisir itu langsung menghentikan kegiatannya begitu mendengar nada larangan dari pria berkacamata. Ia langsung menoleh pada pria itu dan memberikan tatapan bingung. "Apa maksudmu? Kenapa kau melarangku?" tanyanya. "Kau harus tau kalau kau enggak bisa balik seenaknya lagi. Kau tau sendiri bagaimana kondisi tubuhmu. Aku sebagai doktermu sangat melarang untuk dirimu kembali ke sana. Kau masih butuh untuk memulihkan kesehatanmu," perintah pria berkacamata. "Aku enggak bisa. Aku harus kembali. Udah sebulan aku enggak balik-balik. Aku khawatir padanya," tolaknya. "Arcelio Xavier! Kau jangan seperti ini! Kau bukan lagi kayak dulu! Kau bukan seorang penjelajah waktu yang memiliki kekuatan itu lagi. Kau harus mengerti kondisi tubuhmu yang sekarang. Aku enggak mau kau harus terbaring enggak sadarkan diri lagi," geram pria berkacamata itu. Arcel langsung menghela napas dan berjalan ke arah kaca besar di kamarnya. Ia menatap sendu pada hamparan bunga matahari. Ia sangat tahu jika dokter pribadinya itu sudah memanggilnya dengan nama aslinya, itu berarti ia sudah sangat marah dengan perilaku Arcel. Ia tahu, tapi hatinya tidak tenang. "Tony, aku tau kau sangat khawatir padaku. Tapi aku lebih khawatir pada keadaan K. Aku udah sebulan menghilang darinya. Entah apa yang terjadi padanya saat ini. Aku enggak bisa terus diam di sini. Aku takut dia kenapa-kenapa," timpal Arcel seraya menyentuh kaca di depannya. Tony, sang dokter, langsung berjalan mendekat ke arahnya dan berdiri di sampingnya. "Aku tau kau sangat khawatir sekarang. Tapi jangan egois dong. Kau harus memikirkan kondisi tubuhmu sekarang. Kau tau sendiri penyebab kau kehilangan kekuatan itu. Kau enggak bisa seenaknya kayak dulu, bolak balik portal waktu. Kau tau sendiri terakhir kali kau kembali, kau langsung tidak sadarkan diri selama seminggu. Kau harus sabar," tegas Tony seraya menyentuh pundak Arcel. "Coba aja aku masih memiliki kalung itu. Pasti enggak akan sesulit ini. Aku juga enggak perlu terlalu khawatir," tutur Arcel "Kau sangat tau bagaimana kalung itu menghilang. Jangan dibawa sesak lagi. Kau sendiri yang mengatakan itu adalah keputusanmu sendiri," balas Tony "Tapi, aku beneran sangat khawatir Tony. Aku sangat ingin melihat keadaannya. Apalagi hari ini...." "Udahlah. Kalau kau masih sangat khawatir. Biar aku aja yang pergi melihat istrimu itu. Kau fokus aja memulihkan kesehatanmu di sini. Ingat! Kau juga masih memiliki pekerjaan yang lain," titah Tony Arcel menghirup napas dalam-dalam. "Baiklah! Kau aja yang pergi. Tapi, kau harus segera memberitahuku keadaannya," balas Arcel "Iyah, kau tenang aja. Kalau begitu, aku pergi dulu. Kau jaga dirimu," balas Tony seraya beranjak meninggalkan Arcel. Namun baru akan membuka knop pintu, suara Arcel kembali terdengar. "Apa kau juga akan menemuinya?" tanya Arcel tiba-tiba. Tony berbalik seraya menatap Arcel dengan sedikit senyuman. "Kalau itu memungkinkan," jawab Tony seraya kembali beranjak pergi. Selepas perginya Tony, Arcel kembali menatap hamparan bunga matahari yang terlihat sangat cerah dengan warna kuningnya. "Bagaimana kabarmu K? Aku sungguh merindukanmu. Maaf jika aku menghilang secara tiba-tiba. Semoga kau menang," gumam Arcel *** "KAILA!!" Kaila langsung menoleh pada seseorang yang meneriaki namanya. Setelah melihat empu yang memanggilnya itu, ia langsung melayangkan senyuman cerah. "Selamat pagi Davira. Kelihatan senang banget hari ini?" sapa Kaila dengan senyuman manis. "Pagi juga Kaila. Tentu aja aku seneng banget. Agak gugup juga sih. Kau kan tau kalau hari ini adalah pengumuman desain yang lolos. Aku sangat menantikannya," jawab Davira "Kau benar. Aku juga sedikit gugup sih. Semoga aja hasilnya yang terbaik," balas Kaila "Iyah, aku sangat berharap untuk menang. Tapi kalau enggak menang sih enggak apa-apa. Yang penting kita udah berusaha," ujar Davira "Iyah yang penting kita harus tetap optimis," balas Kaila "Oh ya, udah sebulan nih. Tapi kak Arcel enggak masuk-masuk kampus yah untuk mengajar. Padahal di kelas kita ada beberapa kali loh pelajarannya. Tapi kak Arcel enggak muncul-muncul," celetuk Davira "Iyah kau benar. Entah kemana dia pergi?" tanya Kaila dengan wajah sendu. "Apa mungkin kak Arcel udah berhenti yah? Atau dia udah dipecat karena masalah kemarin?" duga Davira 'deg' Hati Kaila langsung sakit ketika memikirkan perkataan Davira. Apa mungkin itu benar? Berarti ini semua terjadi karena kesalahannya. Dia yang membuat semua itu terjadi. Rasa bersalah seketika menyeruak dalam hatinya. Melihat Kaila yang tidak memberikan respon apa-apa, Davira langsung menoleh pada Kaila. Detik berikutnya Davira langsung terkejut karena merasa perkataannya telah menyinggung perasaan Kaila. "Eh, eh?! Kai, kau jangan menganggap serius apa yang aku katakan. Belum tentu benar juga kan apa yang aku katakan. Kau jangan menyalahkan dirimu yah," papar Davira dengan wajah yang bersalah. "Enggak kok Dav. Perkataanmu ada benarnya juga. Mungkin kak Arcel enggak datang lagi karena kejadian itu. Aku udah khawatir saat kak Arcel membelaku karena Irsyad. Aku sangat tau bagaimana sifatnya Irsyad itu. Aku takut Irsyad-lah yang menyebabkan kak Arcel enggak datang ngajar lagi di kampus," ujar Kaila dengan pandangan khawatir. Davira memberikan senyuman penuh arti. "Kai, aku tau kau sangat khawatir. Tapi jangan berpikir yang berlebihan. Semoga aja rumor yang mengatakan kalau kak Arcel hanya ambil cuti itu benar. Kita berdoa aja semoga kak Arcel cepat kembali ngajar di sini," celetuk Davira dengan senyum yang menenangkan. Kaila membalasnya dengan anggukan disertai senyuman lebar. "PENGUMUMAN! BAGI MAHASISWA JURUSAN INTERIOR DESIGN SEGERA DATANG KE AULA C UNTUK MENERIMA HASIL DARI DESAIN YANG LOLOS KOMPETISI" Kaila dan Davira saling melempar pandang dan senyuman. "Ayo, kita pergi ke sana," ajak Davira "Ayo" Kaila dan Davira berjalan menuju ruangan aula. Saat sampai di sana sudah lumayan banyak mahasiswa yang hadir. Karena bukan hanya kelas mereka saja yang mengikuti kompetisi desain itu. "Udah siap buat kalah nih?" Kaila dan Davira segera menoleh pada suara sindiran itu. Davira memberikan tatapan jengah pada orang itu. Davira mengambil langkah mendekati orang itu. Namun tangannya langsung dicekal oleh Kaila. Lalu Kaila memberikan gelengan dan menarik tangan Davira menjauh. Davira langsung memberikan tatapan sinis pada orang itu. "Selamat pagi para mahasiswa sekalian. Akhirnya hari ini datang juga. Hari ini adalah hari di mana hasil desain yang lolos akan keluar. Kalian pasti sudah sangat menantikan hati ini. Oleh karena itu, saya menpersilahkan pada kedua desainer dari TM Group untuk menyampaikan hasilnya. Untuk waktu dan tempat kami persilahkan," ucap rektor Dua desainer dari TM Group, Alfred Thomingson dan Mike Royn, segera maju ke depan. "Selamat pagi mahasiswa sekalian. Sebelum menyampaikan hasil dari desain yang lolos. Saya ingin memberikan beberapa kata kepada kalian semua. Hari yang kalian tunggu sudah datang. Apa kalian gugup? Pastinya yah. Kami tau kalian semua sudah berusaha semaksimal mungkin pada kompetisi kali ini. Kami sangat bangga pada kalian. Jujur kami semua sangat menyukai desain kalian ini. Desain kalian sudah berada di tingkat atas pada kakak tingkat kalian. Potensi kalian itu harus diasah sepanjang hari. Saya yakin kalian bisa menjadi seorang desainer interir yang hebat. Padahal kalian masih semester empat. Saya harap kalian tidak berhenti sampai di sini. Kembangkan lagi potensi yang kalian miliki. Baiklah, agar tidak berlama-lama lagi, saya persilahkan pada rekan saya, Mike Royn, untuk menyampaikan hasil desainnya," papar Alfred Mike segera mengambil alih untuk berbicara. "Selamat pagi semuanya. Saya Mike Royn, akan menyampaikan hasil dari desain yang lolos kompetisi ini. Hasil ini sudah sangat valid. Tidak ada yang namanya unsur kecurangan. Hasil desain yang menang ini sudah kami bicarakan dengan seluruh jajaran divisi desainer di TM Group. Bahkan, CEO kami sangat menyukai hasil desain ini dan dia berharap bisa bertemu langsung dengan desainer ini," ungkap Mike "Waw, CEO TM Group ingin bertemu langsung dengan desainer yang menang itu. Hebat bener, padahal dia sangat sibuk. Dan sangat jarang untuk dapat menemuinya. Bahkan, belum ada yang pernah melihat wajahnya," puji Davira dengan pandangan berbinar. "Iyakah seperti itu? Bukankah itu berarti dia sombong?" tanya Kaila "Kai! Kau enggak tau seberapa sibuknya dia. Dia itu punya perusahaan utama di Dubai. Di Indonesia ini cuma perusahaan cabang aja. Udah bagus dia mau repot-repot untuk datang secara khusus untuk menemui desainer itu di tengah kesibukannya," komentar Davira Kaila hanya mengangguk menanggapinya. "Baiklah, di depan kalian nanti akan ditampilkan gambar dari desain yang terpilih. Yang akan digunakan untuk salah satu ruangan di TM Group. Dan diberi kesempatan untuk magang di TM Group nanti. Saya akan hitung mundur! 3! 2! 1!" teriak Mike "Wah, itu desain yang lolos! Hebat bener!" "Wah, desainnya bagus yah! Pantas jadi juara!" "Ini mah udah next level!" "Untuk desainnernya kami persilahkan untuk maju ke depan. Beri tepuk tangan untuk Anulika Kaila dan Davira Falisha!" Kaila dan Davira segera maju ke depan dengan tangan saling bertautan. Mereka menampilkan senyum yang begitu bahagia. Mereka sangat tidak menyangka kalau desain mereka yang lolos. "Assalamualaikum semuanya. Selamat pagi. Pertama-tama kami ingin mengucapkan terima kasih pada Tuhan Yang Maha Esa karena sudah memudahkan kami dalam hasil desain ini. Kami juga berterima kasih pada jajaran desainer dari TM Group yang sudah memberikan kesempatan berharga ini pada kami. Kami juga ingin berterima kasih kepada kak Arcel, dosen kami, yang telah membimbing kami juga dalam desain ini. Wassalamualaikum," papar Kaila dengan senyuman dan menatap Davira. Davira juga melemparkan senyuman tak kalah manis. Semua orang tampak bahagia dengan keberhasilan desain Kaila dan Davira. Berbeda dengan dua orang yang tengah memandang mereka dengan tatapan benci dan iri. Quote of the day: Don't come if only to go. ~TBC~ Bagaimana dengan chapter ini??? Jangan lupa untuk love dan comment nya juga reader!!! See you in next chapter!!!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN