Malam Yang Panas

1529 Kata
Kaila memandang sendu pada perginya keluarganya itu. Meskipun mereka hanya keluarga angkat, tapi banyak kenangan yang ia terima di sana. Ia tak mengerti kenapa hal ini harus terjadi. Jika Dianti bisa menerima kebahagiaannya, pasti masalah seperti ini tak akan terjadi. Pastinya di hari pernikahannya, ia akan merasa sangat bahagia karena keluarganya juga datang untuk melihat. Tapi sepertinya keluarganya itu tak ingin ia bahagia sama sekali. Akhirnya pernikahan itu selesai saat Arcel mengenakan cincin di jari manis Kaila, begitu pula dengan Kaila yang melakukan hal yang sama pada jari manis Arcel. Tepuk tangan yang meriah terlihat di tempat itu. Setelahnya, banyak yang memberikan selamat pada pasangan yang baru saja menikah itu. "Selamat yah, saudaraku. Akhirnya kau bisa menikah dengan orang yang kau cintai juga," ujar Tony sambil memeluk erat tubuh Arcel. "Ingat yang aku katakan, Arcel. Semua ini ada resikonya," bisik Tony di telinga sahabatnya itu. "Tentu. Aku masih mengingat semua itu. Kau tenang saja," bisik Arcel pula Pelukan itu terlepas dan keduanya saling melempar senyum penuh arti. Tony beralih pada Kaila yang ada di samping Arcel. "Selamat yah Kaila! Semoga kau bisa tahan dengan semua perilaku Arcel yang random ini. Kau hanya perlu percaya padanya, apa pun yang terjadi," jelas Tony Arcel tahu arti dari kalimat yang dilontarkan oleh sahabatnya itu. Tapi tentu saja Kaila pastinya hanya merasa semua itu hanyalah kalimat yang biasa saja. Kaila menganggukkan kepalanya pelan. "Tentu saja! Arcel kan suamiku saat ini. Aku sudah mempercayainya seumur hidupku," timpal Kaila dengan senyum manis. Arcel agak tertegun dengan apa yang dikatakan oleh Kaila. Ia jadi terharu dengan kalimat yang dilontarkan oleh istrinya itu. "Terima kasih yah sayang. Aku janji bakal menjaga kepercayaanmu itu," balas Arcel yang juga ikut tersenyum manis pada Kaila "Kaila! Selamat yah sahabatku. Aku senang akhirnya pernikahan kalian benar-benar terlaksana dengan baik, meskipun sedikit ada masalah tadi. Tapi yang terpenting sekarang adalah kaliaj berdua sudah sah menjadi pasangan suami istri. Cepat berikan keponakan padaku yah," jelas Davira dengan kerlingan mata nakal. Kaila langsung melebarkan matanya atas apa yang dikatakan oleh Davira. Wajahnya jadi terasa panas dengan kalimat itu. "Ihh, Davira! Jangan ngomong gitu dong. Malu didengar oleh orang lain," keluh Kaila Davira langsung terkekeh pelan melihat rencananya untuk menggoda Kaila itu berhasil. "Iyah, iyah deh. Sebentar yah, aku mau bicara dulu dengan Tony," pamit Davira seraya menarik tangan Tony untuk pergi. "Eh? Davira, kita mau ke mana?" tanya Tony yang agak terkejut sekaligus bingung saat wanitanya itu tiba-tiba menarik tangannya. Davira menarik tangan Tony hingga mereka menjauhi pasangan yang baru nikah itu. "Ada apa Dav? Kenapa wajahmu jadi serius gini? Apa terjadi sesuatu yang serius?" tanya Tony Davira menganggukkan kepalanya pelan. "Iyah! Tadi, saat aku akan menemui Kaila, aku melihat seseorang dengan pakaian yang serba hitam. Orang itu berusaha untuk mendekati Kaila, untung saja aku cepat datang hingga orang itu enggak jadi melakukannya," ungkap Davira Wajah Tony langsung berpikir keras. "Padahal penjagaan udah sangat ketat. Tapi masih ada saja yang masuk ke dalam sini," timpal Tony yang terlihat agak kesal. "Itulah yang aku bingung sedari tadi. Aku yakin jika orang itu ingin menculik Kaila. Apa mungkin orang itu suruhan dari keluarganya Kaila?" tanya Davira dengan wajah penasaran. Tony juga nampak berpikir keras. "Itu sudah pasti bukan? Mereka sangat tak ingin jika pernikahan ini terlaksana dengan baik. Mereka benar-benar nekat melakukan semua ini. Aku enggak bisa membiarkan ini terjadi," geram Tony dengan tangan yang ia kepal. Davira langsung menyentuh bahu Tony. "Kau yang sabar yah. Kita sama-sama menghadapi mereka. Kita harus tetap melindungi kebahagiaan Kak Arcel dan Kaila," timpal Davira Tony mengangguk pelan, menyetujui apa yang dikatakan wanitanya itu. *** "Kalian hati-hati yah pulangnya. Oh yah Kai, kau harus punya stamina lebih yah," ucap Davira disertai bisikan di akhir katanya. Kaila yang mengerti arti dari kalimat dari Davira, langsung saja memukul bahu sahabatnya itu. "Jangan menggodaku okey?" protes Kaila dengan delikan tajam. Davira hanya terkekeh pelan melihat Kaila yang menjadi salah tingkah. Sedangkan dua pria di dekat mereka terlihat saling menatap dengan serius. "Arcel, kau harus memikirkan dirimu juga setelah ini. Jangan egois dengan hidupmu sendiri," ucap Tony Arcel tersenyum tipis. "Aku tau apa yang kau maksud. Tapi aku udah bilang padamu bukan kalau hidupku ini untuk Kaila saja. Aku enggak peduli apa yang harus aku terima nanti," timpal Arcel dengan wajah serius. Tony menghela napas pelan. Ia tak mengerti lagi dengan jalan pikiran pria di depannya itu. "Terserah kau saja. Yang penting, jika kau mengalami sesuatu, kau harus segera menelponku," balas Tony Arcel menepuk bahu Tony dengan pelan. Setelahnya, ia berjalan mendekati Kaila. "Sayang, kita harus pergi. Bukankah kau mengatakan kalau dirimu lelah?" tanya Arcel "Itu benar, Kaila. Kau pulanglah dan jangan lupa yang aku bilang," ucap Davira Kaila kembali memberikan delikan tajam. "Ayo, Arcel. Kita pulang. Kami balik dulu yah," ujar Kaila Arcel menggenggam tangan Kaila dan beranjak berlalu dari sana. *** Akhirnya keduanya sampai di apartement milik Arcel. Tentu saja, karena mulai hari ini Kaila akan tinggal bersama dengan suaminya itu. "Ah! Arcel, apa yang kau lakukan?!" pekik Kaila saat ia baru saja masuk ke dalam apartemen itu, tiba-tiba saja Arcel menggendong tubuhnya ala bridal style. "Bukankah ini tradisi untuk pasangan suami istri yanh baru nikah? Sang suami akan menggendong istrinya menuju kamar mereka," jelas Arcel dengan senyum lebar. Kaila langsung mengulum senyum malu. "Kau ini ada-ada saja yah," ciut Kaila Arcel terkekeh pelan. Ia mencium pucuk kepala Kaila dan berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamar mereka. Kaila merasakan kesenangan di hatinya saat ini. Apalagi ia langsung melebarkan matanya karena terkejut melihat isu kamar mereka yang terlihat sangat indah. Taburan bunga mawar di sana menambah kesan romantis. Membuat hasrat pada keduanya semakin bertambah. Arcel memeluk pinggang Kaila dengan erat. Perasaan bahagia itu semakin bertambah kala ia melihat foto nikah mereka yang dipajang di tengah kamar. Foto itu sangat bagus. "Apa kau menyukainya?" tanya Arcel sambil mencium pelan pipi Kaila. Kaila mengangguk dengan kuat. "Iyah! Ini benar-benar bagus. Aku sangat menyukainya. Terima kasih Arcel," jawab Kaila dengan senyum lebar sambil melirik ke arah Arcel. Arcel membalikkan tubuh Kaila secara perlahan. Kedua orang itu saling bertatapan tanpa berucap kembali. Hingga secara perlahan Arcel mendekatkan wajahnya pada Kaila. Ciuman pelan Kaila terima tepat di bibirnya. Ciuman yang pelan itu terus dilakukan oleh Arcel hingga kedua bibir itu saling menempel dengan lama. Ciuman yang hanya menempel itu, perlahan berubah menjadi lumatan-lumatan kecil. Arcel menuntun tangan Kaila untuk dikalungkan di lehernya. Begitu pula dengan Arcel yang menekan pinggang dan tengkuk Kaila untuk memperdalam ciuman mereka. Hasrat yang mereka miliki semakin bertambah. Secara perlahan ia membaringkan tubuh Kaila di atas ranjang dengan ciuman yang masih berlanjut. Arcel menggigit kecil bibir Kaila hingga mulut wanita itu terbuka sedikit. Arcel tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dengan cepat ia memasukkan lidahnya ke dalam. Lidah keduanya saling membelit untuk berbagi saliva. Hingga saat pasokan udara yang semakin menipis, barulah ciuman itu terhenti. Napas memburu saling bersahutan antara keduanya. Kaila merasakan panas di kamar itu padahal AC sudah dinyalakan. Arcel menghapus keringat yang ada di kening istrinya. "Apa kau b*******h sayang?" tanya Arcel dengan nada sensual. Kaila mengalihkan pandangannya dengan wajah memerah yang menahan malu. Namun, dengan pelan Arcel membalikkan pandangan Kaila agar menatapnya kembali. "Jangan mengalihkan tatapanmu. Aku ingin melihat wajah cantikmu yang saat ini," ujar Arcel mengelus dengan pelan pipi Kaila. "Arcel...." "Hm? Ada apa?" tanya Arcel "Aku ingin menyerahkan segalanya untukmu. Aku ingin bisa selalu bersamamu. Kau adalah duniaku saat ini Arcel," ucap Kaila Arcel tersenyum lebar. "Aku ini juga duniamu sayang. Aku juga akan menyerahkan seluruh hidupku untukmu. Kau percaya padaku bukan?" tanya Arcel Kaila menganggukkan kepalanya pelan. "Tentu saja!" jawab Kaila dengan spontan. Arcel menundukkan kepalanya dan menyembunyikan kepalanya di ceruk leher Kaila. Kaila agak menegang saat bibir Arcel yang terasa dingin itu menyentuh permukaan lehernya. Bukan hanya mencium, bahkan Arcel menggigit pelan leher istrinya itu hingga meninggalkan bekas kemerahan di sana. "Ehmm, Arcelll...." Lenguhan dari Kaila semakin menaikkan libido dari seorang Arcel. Ia menatap wajah istrinya yang seperti menahan sesuatu. "I want you, babe," ucap Arcel dengan nada berat. "Hmm, i want you too" Dengan cepat Arcel membuka pakaian yang dikenakan oleh Kaila. Tubuh istrinya yang sintal itu cukup menaikkan gairah dari seorang Arcel. Tatapan Arcel yang terdiam, membuat Kaila agak malu. Ia menutupi tubuhnya itu dengan kedua tangannya. "Kenapa kau malah menutupi tubuhmu sayang?" tanya Arcel "Hmm, aku malu dengan tubuhku," cicit Kaila Arcel terkekeh pelan. Dengan pelan ia menarik kedua tangan Kaila untuk dihindarkan dari tubuh wanita itu. Arcel membuka pakaian yang ia kenakan hingga perut ABS itu terlihat. Kaila agak tertegun melihat hal itu. Perasaan malu itu semakin bertambah saja. Arcel yang melihat hal itu jadi terkekeh pelan. "Apa kau mau menyentuhnya?" tanya Arcel Kaila mengangguk lucu. Arcel pun langsung mengambil tangan Kaila dan ia arahkan untuk memyentuh perut ABS-nya itu. "Bagaimana rasanya?" tanya Arcel "Ini sangat keras. Tapi aku menyukainya," jawab Kaila dengan malu. "Kau bisa selalu menyentuh perutku ini jika kau mau, sayang," timpal Arcel sambil mencium kening Kaila. Kaila mengangguk lucu. "Aku akan selalu memintanya," balas Kaila "Siap untuk yang lebih ekstrem?" tanya Arcel dengan senyum menggoda. Kaila terkekeh pelan. "Emang kau bisa?" tanya Kaila balik dengan nada menantang. "Oh? Jadi kau enggak percaya dengan suamimu ini yah? Okey!" ujar Arcel yang langsung menyerbu Kaila. "Arcel! Tunggu dulu!" To be continued....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN