Pernikahan Yang Hampir Batal

1518 Kata
Hari demi hari kembali berlalu. Tak terasa sudah sebulan sejak kejadian di mana Kaila yang telah mengetahui bahwa orang tuanya yang saat ini bukanlah orang tua kandungnya. Cukup lama ia harus menahan itu semua. Untung saja Arcel selalu ada bersama dengannya. Pria itu begitu melindungi dirinya. Selalu ada di sampingnya, disaat ia sangat butuh seseorang untuk bersandar. Oh, jangan lupakan juga sahabatnya, Davira yang juga selalu ada untuk menemani dirinya. Sahabatnya itu sudah tahu yang sebenarnya setelah ia menceritakan yang sebenarnya. Tentu saja Davira sangat terkejut akan hal itu. Namun, wanita itu memiliki pemikiran yang sama dengannya. Di mana sifat orang tuanya itu sudah terlihat ketika lebih menyayangi Dianti dibandingkan dengan dirinya. Ternyata bukan dia sendiri yang memikirkan tentang hal itu. Tentu saja Dianti tak membiarkannya tenang setelah ia mengatakan tetap tak akan membiarkan Arcel bersama dengan wanita itu. Dianti selalu mencari cara agar hubungannya dengan Arcel pupus. Namun berkat dari kuatnya cinta yang mereka miliki, akhirnya semua rencana jahat dari Dianti bisa mereka gagalkan. Orang tua angkatnya itu sering menghubungi dirinya untuk mengabulkan keinginan Dianti. Namun, Kaila tetap bersikukuh untuk tak menerima hal itu. Gara-gara ia yang terus ditekan untuk menerima permintaan itu, akhirnya Arcel angkat bicara. Dia langsung saja menemui keluarganya itu dan mengatakan dengan tegas kalau dia tak akan mau untuk berdekatan dengan Dianti karena dirinya akan menikah dengan Kaila. Kedua orang tua angkat Kaila tentu saja langsung terkejut dengan hal itu. Dianti yang mendengar hal itu jadi menangis histeris. Sebenarnya Kaila agak kasihan dengan yang dialami oleh Dianti. Tapi cara wanita itu salah dalam memilih pria yang sudah menjadi milik orang lain. Arcel pun selalu mengatakan padanya untuk tak terlalu menaruh perasaan iba pada keluarganya itu. Hingga tepatnya pada hari ini. Di mana hari yang paling ia tunggu-tunggu selama ini. Hari di mana ia akan merubah status lajangnya menjadi istri dari seorang pria bernama Arcel Andhra. Perasaan bahagia? Itu sudah tentu jelas. Sejak hari di mana Arcel yang mendatangi keluarganya itu, sampai sekarang, sosok Dianti terlihat tak pernah lagi mengganggu hubungan mereka. Tentu saja Kaila harus bersyukur karena hal itu. Ia hanya berharap agar Dianti bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Masalah urang tua kandungnya, Kaila tak ingin mempermasalahkan itu dulu. Meskipun di dalam hati kecilnya sangat ingin mengetahui di mana keberadaan orang tua kandungnya itu. Saat ini Kaila tengah ada di ruang rias. Ia sudah didandani habis-habisan. Riasan pengantin terlihat di wajahnya. Menambah kecantikan yang dimiliki oleh wanita itu. Kaila memegangi dadanya yang berdetak cukup kencang. Perasaan gugup itu terus saja muncul. Ia berharap pernikahannya dengan Arcel akan berjalan dengan lancar. Di tengah kegugupannya itu, entah darimana, tiba-tiba saja ada seseorang berpakaian serba hitam yang saat ini sedang mendekati Kaila. Kaila yang menundukkan wajahnya, jadi tak melihat ada orang yang datang. Hingga hampir lebih dekat, namun semua itu tak terjadi karena tiba-tiba saja pintu ruangan rias itu terbuka dan menampilkan sosok Davira yang tersenyum lebar. "Kaila!" panggil Davira seraya mendekati sahabatnya itu. Kaila langsung mengangkat wajahnya dan tersenyum lebar. Kedua wanita itu akhirnya saling memeluk dengan erat. "Ah, Davira! Untung saja kau datang ke sini. Aku benar-benar gugup tau saat ini," ujar Kaila dengan helaan napas lega. Davira melepaskan pelukan itu dan terkekeh pelan. "Itu udah pasti sih. Siapa saja akan gugup bukan di hari pernikahannya. Tapi yang terpenting itu kau harus bisa yakin jika pernikahanmu ini akan berjalan dengan lancar. Kau tau, Kak Arcel sudah mengerahkan banyak pengawal untuk melindungi pernikahan ini. Aku yakin penyusup tak akan bisa masuk ke sini," papar Davira Kaila agak terkejut dengan apa yang ia dengar. "Tapi, untuk apa Arcel menyiapkan banyak pengawal?" tanya Kaila dengan wajah yang agak bingung. "Untuk apa lagi? Pastinya itu untuk mencegah kejahatan masuk ke dalam sini. Maaf aja yah, Kai. Kau tau kan beberapa belakangan ini, keluargamu itu berusaha untuk menggagalkan pernikahan kalian. Pastinya Kak Arcel enggak ingin hal itu terjadi saat ini," ungkap Davira Kaila mengangguk setuju dengan apa yang dibilang oleh sahabatnya itu. Ia pun jadinya menghela napas kasar. "Entah mereka akan datang ke sini atau enggak," timpal Kaila "Apa kau berharap mereka datang?" tanya Davira hati-hati. "Mungkin. Jika saja mereka bisa menerimanya, aku pasti akan senang mereka datang ke sini," jawab Kaila Davira menepuk pelan bahu Kaila. "Udahlah, kau jangan sendu-sendu gini. Pengantin baru itu harus seneng dong. Ayo tersenyum," ujar Davira Kaila terkekeh pelan seraya tersenyum lebar. "Iyah! Kau benar. Nanti yang ada, Arcel akan memberikan banyak pertanyaan untukku kalau ia melihat wajahku yang melow gini," timpal Kaila "Nah, itu kau tau sendiri. Ya udah, kita jalan ke tempat pernikahanmu sekarang," balas Davira Kaila agak melebarkan matanya. "Sekarang nih kita pergi?" tanya Kaila Davira menghela napas kasar kembali. "Kqu kira untuk apa aku datang ke sini selain untuk memberikan kata-kata penenang untukmu? Ayo, kasian suamimu itu nanti lama nunggunya," jawab Davira seraya membantu Kaila untuk bangun dari duduknya. Davira menuntun Kaila untuk keluar dari ruangan itu. Sebelum keluar sepenuhnya dari dalam ruangan itu, Davira sempat melirik ke arah belakang lemari. Aku harus kasih tau Tony tentang hal ini ~ batin Davira Yah! Davira tadi sebenarnya melihat orang yang berpakaian serba hitam itu. Tapi ia sengaja untuk tak panik atau berteriak. Ia tak mau membuat Kaila jadi ikutan panik nanti. Karena ini adalah hari pernikahan sahabatnya, jadi harus berjalan dengan lancar. Saat semakin mendekati tempat berlangsungnya akad nikah, Kaila dapat melihat begitu banyak orang yang datang di sana. Perasaan gugup itu kembali datang padanya. "Ramai juga yah orang yang datang," bisik Kaila Davira terkekeh pelan. "Pastilah! Kau tau sendiri kan kalau suamimu itu orang yang sangat populer di kampus. Pastinya banyak yang ingin datang ke pernikahan kalian," jawab Davira Kaila menahan napasnya saat sampai di depan Arcel yang telah berdiri di depannya. Arcel meraih tangan Kaila dan menuntun wanita itu untuk duduk di sampingnya. Sedangkan di depan mereka saat ini ada seorang penghulu. Arcel dan penghulu itu saling berjabat tangan. "Saya nikahkan anda Arcel Andhra dengan Anulika Kaila, putri dari bapak Emran Gajendra dengan mas kawin emas dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!" "Saya terima nikahnya Anulika Kaila, putri dari bapak Emran Gajendra dengan mas kawin yang telah disebutkan, dibayar tunai!" tegas Arcel "Bagaimana para saksi? Sah?" "SAH!" "Alhamdulillah...." Kaila mencium tangan suaminya itu, begitu pula dengan Arcel yang juga mencium kening istrinya itu. Tepuk tangan haru terasa di tempat itu. Banyak dari mahasiswa yang diajar Arcel datang untuk melihat sang dosen yang akhirnya dimiliki oleh orang lain. Arcel meraih tangan Kaila untuk ia pasangkan cincin, namun baru saja akan ia masuki cincin itu, tiba-tiba saja suara keras dari seseorang terdengar. "Hentikan! Hentikan pernikahan ini! Pernikahan ini tidak sah!" Semua orang langsung melihat ke arah datangnya suara. Di ujung sana terlihat Dianti yang datang bersama dengan orang tuanya. Dianti berlari ke arah Arcel dan Kaila. Namun, belum sampai di sana, pergerakannya sudah ditahan oleh beberapa pengawal. "Lepas! Lepasin aku! Aku harus menghentikan pernikahan ini. Arcel! Kenapa kau malah meninggalkan aku?! Kenapa kau malah berselingkuh dengan adikku sendiri?! Padahal hubungan kita sangat dekat. Kaila! Kenapa kau jahat sekali dengan kakak?! Apa salah kakak sampai kau mengambil pria milik kakak?! Kau jahat! Kalian semua jahat!" teriak Dianti dengan keras. Banyak pasang mata menatap ke arah Dianti saat ini. Bahkan mereka semua mulai bergunjing karena apa yang dikatakan oleh Dianti itu. Saat Kaila akan bangun untuk menghampiri sang kakak, tangan Arcel langsung menahannya dan menggelengkan kepalanya pelan untuk mengisyaratkan kalau Kaila jangan ke sana. Sebagai gantinya, sosok Davira yang berjalan mendekati Dianti. "Apa lagi yang kalian tunggu? Bukankah tugas kalian untuk menjaga kekondusifan acara? Sekarang, kalian bawa wanita ini segera keluar dari sini," perintah Davira "Baik Nona!" Namun, Dianti langsung memberontak. "Aku enggak mau pergi! Arcel itu milikku! Dia enggak boleh nikah dengan siapapun selain diriku! Enggak boleh!" teriak Dianti denganmu kencang. Emran dan Devi segera mendekati anaknya itu. "Lepaskan anak saya! Dia enggak bersalah," ucap Devi seraya menarik sang anak padanya. "Bukankah mereka adalah keluarganya Kaila? Tapi kenapa mereka seperti tak menyukai pernikahan ini?" "Apa kau enggak mendengar apa yang dikatakan oleh kakaknya Kaila itu? Dia itu menyukai Kak Arcel. Makanya enggak suka" "Tapi, bukankah yang kita tau kalau Kaila itu yang berhubungan dengan Kak Arcel bukan kakaknya" "Entahlah! Permasalahan keluarga ini jadi semakin rumit saja" "Kaila, apa gini ajaran yang Papa ajarkan padamu? Kenapa kamu jadi jahat gini dengan kakakmu sendiri? Kamu malah berani mengambil milik kakakmu sendiri," protes Emran Kaila agak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Papa angkatnya itu. Demi Dianti, mereka rela bermain kotor juga. Hatinya jadi cukup sakit saat ini. Arcel jadi memandang kesal pada orang-orang itu karena sudah membuat istrinya sedih. Arcel bangkit dari duduknya, ia berjalan mendekati keluarga itu. Kaila agak terkejut saat melihat Arcel yang sudah berjalan mendekati keluarga angkatnya itu. "Tolong perbaiki kalimat anda. Saya tidak pernah berhubungan dengan Dianti. Bahkan saya mengenal kalian saja melalui Kaila, istri saya. Jangan membuat spekulasi aneh yang akan anda sesali di kemudian hari. Saya masih menghormati anda karena anda lebih tua dari saya," jelas Arcel Tatapan Arcel yang serius, membuat Emran dan keluarga itu jadi agak takut. Dengan cepat Emran menarik keluarganya itu un segera pergi dari sana. Sepertinya bukan waktu yang baik saat ini untuk melakukan semuanya. To be continued....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN