Jika yang lain datang untuk latihan rampak bedug demi melihat Sophyan yang menurut mereka tampan, maka tidak bagi Sherina. Sherina datang hanya karena ingin makan makan snack dari Retsu dan juga bosan dirumah. Menjadi anak kolong alias anak tentara membuat Sherina bak anak rumahan.
Tidak ada yang boleh keluar lewat dari jam 9 malam, tidak boleh keluar kehalaman rumah jika mengenakan baju tidur ataupun daster bahkan nih ya tidak diperkenankan keluar masuk provos menggunakan senjal jepit. Padahalkan moto Sherina adalah swallow is my life namun kali ini sepertinya harus pupus selama Sherin berada pada tubuh Rina.
"Makan mulu yaa kamu, melar tau rasa"
Sherina yang tengah asik makan langsung mengarahkan pandangannya kearah orang yang baru saja mengajaknya bicara tanpa permisi, yaa siapa lagi jika sudah menggunakan aksen saya-kamu jelas saja itu adalah Sophyan. Kalau Yudha sih jika bicara ke Sherina masih canggung. Mungkin karena jabatan Raden.
Tapi harusnya Sophyan juga begitu kan?
Ahh lupa, tentara satu inikan jiwa sosialita mudalis sekali. Sudah pasti menemukan teman yang sefrekuensi seperti Sherina akan menjadi santai.
"Biarin lah, ada rampak bedug juga yang buat gue jadi kurus"
"Lah lu aja males latihan gini segala pede bakalan kurus"
decakan kesal lolos dari bibir Sherina "Lu bisa gak sih ngajak gue ngobrol gak pas lagi makan? Hobi banget gangguin gue anjir"
merasa sukses mengerjai Sherina, Sophyan terkekeh "Lucu aja liat muka lu kesel"
"Idihhh mode lo-gue nya aktif yaa mas" sindir Sherina
"Cuma kita berdua aja kok, gak ada yang denger juga" jawab asal Sophyan sembari ikut mengambil snack yang berada di piring besar tersebut "Lah enak, pantes lu doyan"
"Makanan emang ada yang gak enak? Plis lah kalo udah buta rasa karena umur jangan keliatan napa om"
jika orang lain yang mendengar sarkasan Sherina akan kesal, maka lain dengan Sophyan yang malah terkesan santai "Ngatain gue tua mulu, lu juga bakalan tua gak usah sombong"
Sherina menarik nafasnya panjang, menahan apapun yang ingin ia utarakan. Jika saja ia bisa, akan ia maki maki nih Sophyan. Jika saja Sherina berada ditubuhnya yang lama, sudah dipastikan bahwa ia lebih tua daripada Sophyan. Jujur saja, ingin sekali Sherina menjawab Emang gue udah tua onta! tapi demi menahan segala kewarasan yang ada, Sherina memilih bungkam sajalah
Lagi pula, enak juga berada ditubuh Rina, tidak perlu memikirkan pekerjaan, besok makan apa, gaji bagaimana, semua ada dan sudah diurus oleh orang tua Rina alias Raden dan Ajeng yang sangat amat care
"Beres latihan jajan yok dikoperasi"
mendengar ajakan Sophyan, Sherina langsung menyeritkan keningnya bingung "Koperasi? Koperasi simpan pinjam? mau jajan apa anjir lu om jangan ngadi ngadi ya-- aduhhhhh"
"Kok gue dijitaakk ?" kesal Sherina karena ucapannya terpotong dengan jitakan yang diberikan oleh Sophyan
"Ngaco sih lo, koperasi asrama dodol! kek gak pernah kesana aja" kesal Sophyan yang masih melanjutkan makannya
"Emang gak pernah" jawab Sherina dengan wajah bodo amatnya
"Hah? Masa sih?"
mendengar nada kaget dari suara Sophyan langsung membuat Sherina tersadar, jika baru saja melakukan ucapan bodoh.
"Aneh lu, kek bukan orang asrama aja ngomong kek gitu"
lagi, Sherina kembali menghela nafasnya pelan yaa emang gue bukan orang sini sophyan dodol!
***
"Ya baik terimakasih yaa kawan kawan semua latihan hari ini cukup sampai disini saja, ketemu besok lagi! Tolong jaga kesehatan dan juga stamina, lebih di hafal lagi apa saja yang gerakannya yaa. ya baik saya tutup, selamat malam!"
ucapan penutup dari Yudha malam itu membuat Sherina dan beberapa anak anak team rampak bedug bersorak senang, untuk hari ini tidak ada Alda yang menjemput karena anak anak padus tidak ada latihan untuk hari ini maka dari itu tadi Sherina kesini diantar oleh Dino dan sempat bingung akan pulang oleh siapa.
tapi tidak jadi bingung, karena bak durian runtuh Sherina malah mendapatkan tawaran pulang bersama plus jajan bersama oleh Sophyan. Memang benar sih pesona Sherina baik dalam tubuhnya yang lama ataupun yang baru selalu saja menajubkan dan mendapatkan keberuntungan.
semua barang seperti botol minum, handuk kecil dan juga sarung tangan sudah semua Sherina masukan kedalam tas ransel mini sedangnya ini. Tas yang baru saja Sherina dapatkan, ahh tidak lebih tepatnya Surya karena tas ini adalah pengeluaran untuk gift dari perusahaannya.
"Udah?"
Sherine yang baru saja selesai mengenakan tas ranselnya menatap Sophyan dengan senyum lebarnya "Udeh dong, siap banget nih gue di jajanin om om"
mendengar Sherina memancing dirinya untuk mengumpat, Sophyan langsung membelakkan matanya "Bisa gak, gak mancing keributan? Ini rame lohhh" bisik Sophyan geram yang membuat Sherina terkekeh geli
"Tergantung"
"Tergantung apa?"
"Semua aman asal perut kenyang"
geram, akhirnya Sophyan menjitak kepala Sherina membuat sang empunya mengaduh kesakitan "Aduhhh! kurang asyeeem!"
"Rasain!"
"Wah udah dianiaya gini awas aja jajannya dikit yaa"
"Saya buat kamu jadi busung laper nanti"
"Awww ngeri!" ledek Sherina sembari terkekeh meninggalkan tempat mereka berdiri yang tak lama disusul oleh Sophyan dengan gelengan kepala tidak habis fikir
Jika Sherina dan Sophyan saling melempar gurauan, maka disisi yang lain ada Aquarius yang menyimpan perasaan tidak suka menatap kedekatan keduanya.
"Kenapa lo selalu ambil apa yang gue punya Rin?"
***
"WAH ANJIR KOK GUE GAK TAU TEMPAT GINIAN SIH? ADA SURGA MAKANAN NIH DI ASRAMA?"
mendengar nada teriakan Sherina, dengan cepat Sophyan menutup mulut Sherina. Memang benar benar bocah satu ini seperti manusia yang baru saja muncul di asrama. Semua serba norak!
"Kamu kalau mau teriak di lapangan tembak aja gimana?"
"Lah? Emang ada?"
Sophyan mengangguk sembari mengamit tangan Sherina untuk membawa Sherina masuk kearea pelantara koperasi yang ramai oleh beberapa anggota TNI dan juga keluarga yang berbelanja.
"Bisa di pake emang om?"
mata Sophyan sudah membelak, tanda tidak suka dipanggil om membuat Sherina meringis ngeri
"Santai dong matanya bang" seloroh Sherina
"Bisalah, kenapa? Mau?"
tidak ingin menyia - nyiakan kesempatan, Sherina langsung mengangguk semangat "Woyah jelas, emang anak anggota bisa akses?"
"Bisa, kamu datang aja sabtu sore banyak kok yang latihan anak anggota. Rata rata laki laki sih"
"Ohh gak apa apa dong"
"Ohh iya lupa, lo kan titisan jin separuh wanita separuh laki laki"
kali ini, Sherina yang sudah membelakkan matanya kesal kemudian mengambil kotak s**u bekasnya dan melempar kearah Sophyan.
"Heh siapa yang buang sampah sembarangan?!"
dan ternyata, meleset mengenai anggota lain.
***
"TUHAAAN, MAKA NIKMAT MANA LAGI YANG ENGKAU DUSTAKAAAN INI ENAK BANGET!"
"Kayanya besok besok makan bareng kamu ditempat umum kudu pake masker deh"
Sherina yang baru saja mengucap syukur atas makanan yang nikmat ini langsung tertawa geli mendengar sarkasan yang baru saja dilontarkan oleh Sophyan
"Yaa maap, gue baru ngerasain makanan pinggiran kaya gini tahuuuu" seloroh Sherina tidak mau kalah
"Tipuuuuu"
"Terserah dah om" jawab Sherina lagi sembari mengendikan kedua bahunya
Yaa wajar sih Sophyan mengatakan seperti itu, tapi Sherin juga tidak berbohong karena semasa hidupnya ditubuhnya yang lama Sherina tidak pernah makan makanan pinggiran seperti ini. Dan ternyata not bad lah yaa
"Sabtu jadi mau latihan nembak?"
Sherina yang tengah asik makan, langsung menegakkan kepalanya dan mengangguk semangat sembari tersenyum lebar "Jelas dongg, kapan lagi gue bisa kek gitu? Duh pengalaman sekali seumur hidup deh minimal"
"Lebayyyy" cibir Sophyan dengan kekehan tipis
"Bodo amet, yang penting gue cantik"
"Emang cantik sih"
pergerakan Sherina terhenti, apaan nih? kenapa nih? dia digombalin ceritanya?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~