Semenjak tradegi Sherina yang babak belur alias penuh perban dimana mana, kini kemanapun Sherina melangkah dan pergi maka akan ada Dino disampingnya. Rasa rasa, Sherina memiliki baby sister rasa ajudan.
Namun, semua itu masih bisa tertolong saat nama Alda muncul. Apapun itu, jika Sherina akan pergi dan bermain bersama Alda, maka Sherina bebas. Bagi Ajeng, yang penting Sherina tidak sendirian.
Tapi semuanya tak semudah itu, kini Alda mengerjai Sherina. Sore ini, ditengah asiknya Sherina tidur siang tiba tiba saja Alda datang dan masuk kedalam kamarnya. Menyipratkan air dan menarik paksa selimut Sherina.
Mengajak Sherina jogging sore.
"Sheriiinnn banguuunnn, ayok joggiiiiiing"
"Alda bacit! Gue mau tidurrrr"
Tidak mau kalah, Alda semakin banyak menyipratkan air ke wajah Sherina, membuat sarung bantal dan wajah Sherina basah kuyup.
"Sherin kebooookkk banguuun!"
"Bacot alda!"
Alda menghela nafasnya, diangkat gayung yang ia bawah pas diatas tubuh Sherina. Ini cara terakhir, jika Sherina masih tidak bangun juga tandanya Sherina jiwa kebo bukan jiwa Sherin.
Byuurrr
Air yang sisah setengah gayung tersebut terjun bebas diwajah Sherina, membuat Sherina panik dan langsung berdiri dari duduknya dengan wajah kaget campur takut dan tidak lupa teriakannya.
"KABUR ALDAAA KEBAKARAAANNN" pekik Sherina heboh yang langsung berlari keluar kamar
Melihat hal itu, Alda membelakkan matanya kaget "Sumpah Sherin, gilaaa!"
✨✨✨
Sherina menatap sebuah lapangan besar yang kini ada dihadapannya, mulutnya cukup terbuka besar dengan mata berbinar senang. Akhirnya, Sherina mengetahui tempat lain selain Sekolah, Rumah dan Ruang makan tempat latihan rampak bedug.
"Ini stadion?"
Alda yang baru saja selesai memarkirkan motornya mengangguk "Stadion kesatuan, gak segede stadion yang lain sih soalnya disini jogging track dan ada speak lari yang biasanya dipake buat tes binsik pendaftaran tni ama polri"
"Akhirnya Aldaaaa" pekik Sherina heboh sembari memegang bahu Alda membuat Alda menyeritkan keningnya bingung
"Akhirnya apaa anjir"
"Akhirnya gue tau tempat lain di asrama iniii, yipieeee" teriak Sherina senang yang langsung berjalan masuk ke arena jogging track
"Itu beneran bosnya om Surya gak sih? Kok rada rada sinting gini" keluh Alda yang langsung berlari menyusul Sherina "Hehh dodol ontaaa tunggu! Tadi aja di bangunin susaaah!"
"Ayok Aldaaaaa, ah lama lu kebanyakan ngedumel kek bunda gue eh iya ding bunda gue"
✨✨✨
Nafas Sherina dan Alda sudah ngos-ngosan, deru nafas mereka tidak teratur. Tadi, saat diputaran kedua mereka memutuskan untuk cepat cepatan, yang kalah teraktir beli tea jus gula batu.
Namun, tidak ada yang kalah. Bukan tidak, sebenernya mereka belum sampai di garis finish.
"Laah Sadam?" Kaget mereka berdua ketika bertemu Sadam.
Si most wanted sekolah.
Tapi kenapa Sadam ada disini?
"Laaah? Kalian? Kok disini?"
Malah ditanya balik oleh Sadam, membuat Alda dan Sherina bingung. Bingung karena identitas mereka yang notabennya anak tentara tidak diketahui disekolah.
"Yeee dodol! Ditanya mala nanya balik!" Seloroh Sherina kesal sembari menginjak sepatu Sadam
"Adaawww ya ampun istri, gak boleh galak sama suami" becanda Sadam yang membuat Sherina melotot kesal dan disambut kekehan oleh Sadam
"Lo ngapain disini?" Tanya Alda pada akhirnya menengahi pertikaian Sadam dan Sherina
"Bacakan" nyeleneh Sadam "Yaa lari lah, kalian tadi kenapa lari kenceng banget? Abis dikejar anjing?"
"Kaga, di kejar fans si tadi" itu jawaban Sherina
"Idihh lagak lu Rin punya fans orang punyanya haters kok"
"Iyaa juga sih bener kata lu, cuma itu di sekolah nih boi mon maap aja di sini mah fans gue semua"
Sadam memasang wajah yang ingin memuntah "Gayak lu Rin segala fans, bilang aja punya utang"
"Iyaa anjir bener gue punya utaang" heboh Sherina
"Tuh kan bener kata gu---"
"Utang tanda tangan" potong Sherina cepat kemudian berlalu mendahului Sadam yang disusul oleh Alda
Mendengar jawaban Sherina, Sadam terkekeh "Gilak, kenapa gak dari dulu gue ajak ngobrol ni cewek yaa? Asik anjir"
Menyadari Sherina yang sudah semakin jauh, Sadam kembali berteriak "Woi Sherinn, tunggu!"
"Maaf fans, gak punya waktu!" Jawab Sherina tanpa membalikan tubuhnya
"Gue traktir tea jus gula batu dehhh"
Langkah Sherina terhenti, kemudian badannya membalik menghadap Sadam dengan senyum lebar di wajahnya "Sini sini fans ku sayangg uuuu sini beliin majikan mu ini tea jus!"
"Kupret! Udah diteraktir gak tahu diri!"
"Bodo ameet, intinya gue cantik!"
✨✨✨
Lagi dan lagi, Sherina dikerjai oleh Sadam. Syarat Sherina mau diteraktir tea jus gula batu adalah harus berlari di speak lari sebanyak 3 putaran. Sempat menolak dan merasa bisa beli sendiri, namun kembali tertantang saat Sadam mengatakan bahwa Sherina cupu, modal rebahan doang.
Tidak terima? Jelas!
Maka dari itu Sherina jabanin dengan berbalap lari dengan Sadam. Namun berakhir dengan rasa ingin pingsan di kedai minuman di stadion ini.
Apakah Alda ikutan? Jelas saja tidak. Dia masih waras, tidak mau ikut dalam permainan konyol Sherina dan Sadam.
"Buukk tea jus gula batu di seduh yaa serenteng!" Semangat Sherina yang membuat Alda serta Sadam membelakkan matanya kaget
"Heh! Bakalan abis gak?" Tanya Sadam panik
Panik bukan karena duitnya tidak cukup, tapi kan sayang kalo mubazir. Namun yang diterima Sadam adalah acungan jempol Sherina yang masih mengatur nafasnya
"Kalo gak abis yaa buat di rumah laah" semangat Sherina
Sadam menelan salivanha susah payah, Alda yang melihat itu langsung mengelus pundak Sadam dengan wajah kasihannya
"Lo salah nantangin Sherina kak" ucap Alda ke kakak kelasnya itu
Menyetujui perkataan Alda, Sadam mengangguk "Iyak anjir, ngeri banget monster teajus ini"
"Gue denger yaa anjir" kesal Sherina mendengar percakapan Alda dan Sadam
Bagaimana ia tidak dengar? Helauuu, posisi Sherina adalah duduk ditengah tengah Alda dan Sadam ya kali tidak mendengar.
Menunggu agak lama, akhirnya teajus yang cukup banyak datang. Rasa lemon untuk Alda, rasa apel untuk Sadam dan serenteng teajus gula batu untuk Sherina.
"Seneng, lu bocah!" ledek Sadam ketika melihat wajah girang Sherina
"Bodokk wleee" jawab Sherina sembari menjulurkan lidahnya
Suasana mendadak hening, semua minum dengan khidmat. Alda memperhatikan Sherina sampai terkekeh, kemudian melihat Sadam yang juga tengah memperhatikan Sherina.
Tersadar, takut takut Sadam kembali bertanya mengapa mereka disini, lebih baik Alda yang mendahului. Jaga jaga, agar lebih aman.
"Lo kok jogging disini kak? Setau gue lo bukan orang sini deh" tanya Alda yang membuat Sherina langsung menatap Sadam, setuju dengan perkataan Alda
"Ohh, gue mau daftar akmil"
Uhuuukk
Baik Sherina, maupun Alda sama sama tersedak minumannya. Kaget dengan jawaban Sadam.
"Akmil apaan Da?" Bisik Sherina bingung
Alda menahan nafasnya, ia kira Sherina tersedak karena tahu artinya. Ternyata tidak. "Akademi milliter, sekolah calon perwira tni" jawab Alda juga dengan bisikan
Sherina mengangguk paham, lalu tak lama memukul bahu Sadam cukup keras membuat Sadam sempat terhuyung dari duduknya.
"Woi anjir gue mau jatooh!"
Sherina nyengir tidak bersalah "Lu keren bro! Anjailah"
"Iyalah kan gue mau jadi suami idaman"
"Hihhh?" Sewot Sherina dengan bibir kiri yang terangkat "Picek mu idaman!"
Mendengar nada selorohan Sherina, Sadam terkekeh. "Terus kalian? Ngapain disini?"
"Lah gimana sih lu, kan ini stadion perumahan gue ya gue kesini lah" jawab Sherina cepat yang membuat Alda melotot hebat
"Hah? Bokap lo tentaraa?"
"Sherinaaaaaa!"
Mendengar teriakan Alda, Sherina yang tengah asik minum langsung terdiam. Sadar bahwa baru saja ia membongkar sebuah rahasia.
Mampus gue besokk! Sadam kan mulutnya lemess kampreet!
~~~~~~~~~~~~~~