16. Kok Gini?!

1185 Kata
Bel masuk setelah istirahat baru saja berbunyi, kini Alda, Sherina, Destia dan Sinta tengah berjalan sembari meminum es cekek menuju kelas. Sangat santai, karena mendapat kabar bahwa guru mapel selanjutnya tidak bisa masuk. Bisa saja sih mereka tetap dikantin, tapi resikonya adalah ketauan oleh satpam. "Halooo Sherinaaaa" Mata Sherina menyipit, melihat siapa yang menyapanya dari jauh tersebut namun sudah mulai mendekat. "Hah? Sadam? Lo deket juga sama Sadam?" Mendengar nada kaget dari Destia, sekaligus ia mengetahui bahwa yang berjalan mendekat adalah Sadam. Sherina memasang wajah sumringahnya, membalas d**a-an ria Sadam. Saat sudah dekat, entah dapat dari mata tipe-x kosong melayang kearah Sadam membuat Sadam terlonjak kaget dan menatap Sherina dengan mata yang membelak kesal. "Heh, istri durjanaa. Suami dateng tuh disambut pake pelukan atau engga cipika cipiki kanan kiri" seloroh Sadam yang disambut ekspresi mual dari Sherina "Iyuuhhh siapa juga yang mau jadi bini orang gak jelas kek lu?" Sadam memegang dadanya, seolah olah tersakiti oleh perkataan Sherina "Sherina, lo gak tau satu sekolahan mau jadi bini gue?" "Pedee" cibir Destia yang disambut gelakan tawa oleh Sherina "Heh! Gue gak ngomong sama lo yaa" canda Sadam "Mampusss" ejek Sherina yang masih dengan tawanya Karena dirasa menghalangi jalan, Sherina menggeser Sadam sampai ingin terjatuh dari semen pelantara kelas "Minggir lu keong" "Keong racun" timpal Sadam lagi lalu berjalan meninggalkan Sherina dan teman temannya Jarak Sadam sudah agak jauh, namun tiba tiba Sadam berteriak dilorong yang sudah cukup sepi itu "Sherinaaa ku tunggu janda muuu!" Sherina membelakkan matanya kesal mendengar perkataan Sadam "Janda palalu peyaang!" Mendengar selorohan Sherina membuat Sadam terkekeh hingga hilang dari pandangan Sherina. Sinta yang notabennya adalah anak baru terkekeh menonton pertunjukan barusan. "Eh janda, lo jauh jauh deh gak usah berurusan sama modelan Fahmi sama Sadam. Udah tahu hidup lu korban bully pake berususan sama most wanted sekolah apa gak makin suram idup lu?" Mendengar ujaran Destia, Sherina yang tadinya berdiri terselang Alda langsung mengubah posisinya menjadi disebelah Destia kemudian merangkul Destia cepat "Acieeeeee si monyong perhatian ama gueee" selorohnya kemudian berlari meninggalkan Destia, berjaga jaga takut dirinya kena damprat "Setan!" Kesal Destia kemudian menatap Alda serta Sinta "Nitip es cekek gue ya, gue mau ke toilet kalian duluan aja ke kelas" ✨✨✨ Kaki Destia yang baru saja mau memasuki toilet terhenti, saat mendengar suara yang sangat ia kenali bahkan satu sekolah kenali. Aquarius. Si putri sekolah, si famousnya sekolah dan si bintang sekolah. "Gimana nih Iyus, Sherina udah mulai berani. Mana kurang ajar" "Iyaa, sekarang udah berani banget ngejawab mana deket deket sama Sadam sama Fahmi lagi" Pergerakan Aquarius terhenti "Sadam?" "Iyaa Iyus, gila kan? Emang deh mantan sahabat gak tahu diri banget" "Iyaa, gila gak sih? Udah tau Iyus suka Sadam masih aja dideketin" "Lo gak bisa diem aja sih Yus" "Bener Iyus, lo gak bisa diem aja" Brakk Suara pintu yang dibuka secara paksa membuat seisi siswi yang berada dikamar mandi terkejut, menatap Destia sinis karena merasa kaget "Ups, sorry gue kira gak ada orang" ujar Destia tanpa dosa masuk kedalam kamar mandi Saat langkah Destia sudah mulai mendekati pintu wc, suara dari salah satu anggota geng Aquarius terdengar mengancam Destia. "Diliat liat lo makin deket nih sama Sherina. Lo gak lupa kan bakalan kaya gimana kalo temenan sama Sherina? Alda lagi hoki aja karena selalu bareng Sherina" Tangan Destia yang sudah memegang knop wc, kini turun menghadap kerombongan siswi dihadapannya kini dengan kekehan sinis "Buta? Gue aja sama si janda kalo ketemu ribut mulu" jawab Destia yang kemudian masuk kedalam wc Ditimbang Sherina, Destia lebih benci mereka. Sok sokan menjadi penguasa sekolah. ✨✨✨ Cebikan kesal lolos begitu saja dari mulut Sherina. Kini, Sherina tengah berada didalam kelas, sendirian. Hari ini adalah jadwal piket Sherina, tentu saja ia kebagian mengepel lantai. Ada enaknya sih, jadi dia tidak repot mengangkat bangku serta tidak ribet mengurusi sampah. Tapi tidak enaknya, jadi dia sendirian yang tersisah. Kemana Alda dan Sinta? Jelas saja sudah pulang. Kaki Sherina masuk kedalam kelas dengan tongkat pel yang berada ditangannya, mulai mengepel dari barisan paling ujung jauh dari pintu dengan posisi mengepel mundur. "Bisa bisanyaaa gue disuruh ngepel, kupret!" Kesal Sherina Saat sudah menyelesaikan di baris kedua, Sherina menghela nafasnya, berhenti sejenak kemudian menatap ac kelasnya yang sudah mati. "Kupret! Seumur umur gue baru ini kayanya ngepel, astagaahh gak bisa apa sekolah beli vacum cleaner aja? Ribet banget segala pake tangan!" Baru saja selesai mengeluh dan siap melanjutkan kegiatan mengepelnya, tiba tiba pintu kelas Sherina terbuka dengan kasar membuat orang yang tersisah satu satunya didalam kelas terlonjak kaget. "Ayam ayam! s****n gue latah!" Kesal Sherina yang langsung memutarkan tubuhnya kearah pintu Mata Sherina memutarkan bola matanya malas saat melihat Aquarius dengan kawan kawannya. Jelas saja dengan kawan yang berbeda saat mereka berada di perumahan, karena sekolah ini jauh dari perumahan milliter dan bahkan yang mereka ketahui anak petinggi milliter hanya Aquarius. Sedangkan Sherina? Memilih bungkam dan tidak membeberkan. Baru saja Sherina mau kembali melanjutkan acara ngepel mengepelnya, gerakan Sherina harus terhenti saat tiba tiba segerombolan geng Aquarius maju serentak kemudian membuat Sherina terpojok diujung deretan bangku belakang. Karena tidak siap, Sherina menjadi mengikuti mereka dan berjalan mundur. Menatap orang orang dihadapannya ini dengan kaget. "Apaan sih!" Buka suara Sherina saat tubuhnya sudah selesai berjalan mundur, menatap nyalang kearah gerombolan Aquarius. Mata Sherina menangkap Aquarius yang berdiri jauh di ujung pintu. Wajahnya berubah menjadi sinis, padahal wajah yang biasanya Sherina lihat adalah wajah sok manis dan sok lembut. Sisi iblis Aquarius terlihat. Tiba tiba, sebuah tamparan lolos dipipi Sherina. Membuat Sherina sempat oleng dan bergeser posisi karena tidak siap dengan serangan mendadak. Tidak terima, dengan cepat Sherina menarik rambut salah satu anggota geng tersebut dengan kencang, membuat sang empunya berteriak kesakitan. "Aaaa sakit, b*****t!" "Lah, sakit? Lo duluan b**o, gak ada angin gak ada ujan maen tabok aje!" sinis Sherina masih dengan jambakannya "Lepas, setan!" "Setan teriak setan!" Aquarius yang melihat keberanian Sherina dari pintu kelas membelak kaget, kaget dengan sifat Sherina versi terbaru ini. Tidak menyangka bahwa Sherina akan melawan. Melihat keadaan tersebut, anggota geng yang lainnya mulai menyerang Sherina dengan menarik tubuh bahkan ikut menjambak Sherina. Sampai akhirnya mereka mendorong Sherina ketembok, memojokannya. Emosi Sherina sudah diubun ubun, siap menjambak bahkan menampar satu satu orang dihadapannya ini. Sungguh, ia tidak takut sama sekali. Namun, tiba tiba tubuh Sherina kaku. Badannya gemetar hebat. Rasa sakit dan takut muncul tiba tiba padahal emosinya sudah berada diujung tanduk. "Kenapa lo diem aja? Takut?" remeh salah satu dari mereka "Mana tadi gaya sok berani lo? Ilang? Cihh!" Sherina memejamkan matanya, berusaha mengontrol tubuh ini. Sekuat tenaga ia ingin mengangkat tangannya untuk menjambak, menampar bahkan merobek mulut orang orang dihadapannya kini. Tapi mengapa tidak bergerak? Seakan ada yang menahannya? Apa lagi ini, tubuh Sherina merasa takut padahal dirinya dalam puncak emosi Shit gue kenapa ini kampang?! "Halaaah kelamaan, ayok kasih nih anak pembelajaran! Berani beraninya deket sama Sadam!" Mata Sherina sempat membelak kaget, jadi dia di labrak gara gara cowok nih? GAK BANGET SIEEEHHH Namun, apalah daya. Sherina tidak bisa memberontak karena merasa kaku. Dan sore itu, Sherina hanya bisa memejamkan matanya menahan emosi tanpa bisa membalasnya. Harus banget gue babak belur pas mau ketemu Surya nihh? ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN