Sherina menghela nafasnya dengan cepat, wajahnya sudah tidak enak dilihat membuat Alda yang tengah beristirahat diujung sana menahan tawa melihatnya.
Suara Yudha malam itu yang berteriak untuk memberhentikan team rampak bedug adalah pemicu wajah kecut Sherina.
Ayolaah, sudah entah kesekian kalinya Yudha meng-cut team rampak bedug karena beberapa orang yang tidak kompak bahkan lupa dipertengahan gerakan.
"Katanya kalian sudah hafal? Ini apa? Coba hitung, sudah berapa kali kita retake?"
Semua team rampak bedug menundukan kepalanya tidak enak karena ditegur oleh Yudha, suara Yudha sudah mulai sedikit meninggi. Mungkin karena lelah, jelas saja lelah mereka sudah latihan dari selepas magrib sampai sekarang waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam.
"Bahkan kita gak ada istirahatnya loh, lihat anak anak padus udah istirahat berapa kali? Mereka sampai sudah selesai latihan, menunda pulang karena kalian"
Mendengar suara lelah Yudha, Sherina memilih menepi dari kawan kawannya yang lain. Duduk di tembok semen yang setinggi mata kaki kemudian meminum pop icenya.
"Yasudah, kita break dulu 15 menit nanti latihan lagi terakhir habis itu pulang" putus Yudha kemudian meninggalkan team rampak bedug
"Yudha kenapa?"
Uhuukkkk
Melihat Sherina yang batuk saat kedatangannya, Sophyan lantas dengan cepat menepuk pundak Sherina. Membantu meringankan batuk Sherina. Setelah merasa reda, Sherina menatap Sophyan dengan kesal
"Pake salam dulu bisa gak sih? Kaget gue om!"
"Om, lagi!" Kesal Sophyan
Memilih abai, Sherina mengendikan kedua bahunya "Biarin, impas kan lo buat gue keselek pop ice om"
Sophyan mencebik, kemudian mengacak rambut Sherina yang tengah dikucir satu tersebut membuat sang empu yang tengah asik meminum kembali merasa terusik.
"Rese yee nih om om, kaga liat gue lagi minum?" kesal Sherina dengan mata melotot
"Gak"
"Ohh iya lupa lu kan tunawisma om"
Dikatai seperti itu, bukannya membuat Sophyan sakit hati malah kini ia terkekeh geli. Entahlah, ia hanya merasa nyaman saja berbicara dengan Sherina.
"Minum es malem malem, batuk tau rasa lu"
"Sotoy banget om om satu ini"
Sophyan menyeritkan keningnya bingung "Lah? Emang itu pop ice kan?"
"Bukan, amer shayang" jawab Sherina melindur dengan aksen berlebihan
Jika tadi kekehan yang lolos dari bibir Sophyan, kini gelak tawa lepas dari bibi Sophyan.
"Heleeh, lagak mu leekk. Minum amer setetes aja muntah"
"Maap maap aje nih om, kelasan gue udah bukan amer lagi om, minimal cocktail atau engga vodka lah"
Cebikan kecil lolos dari bibir Sophyan mendengar perkataan Sherina "Gaya mu leek, minum dimana kau hah? Dalam mimpi?" seloroh Sophyan dengan kekehan
Mata Sherina baru saja mau memutar dan menjawab perkataan Sophyan terhenti, sejenak tersadar bahwa kini dirinya ada ditubuh Rina bukan ditubuh dirinya sendiri, Sherin.
"Tuh kan diem, tipuuu" timpal Sophyan lagi dengan nada mengejek
"Iyain aja ah biasanya yang tua kalo gak diturutin suka kena penyakit jantung"
"Heeeh! Saya masi 23 tahun yaa!"
"Bodo amet!" elak Sherina "Tua, tuaaaa" lanjutnya meledek
Gelak ledek meledek pecah antara Sherina dan Sophyan, membuat orang yang berada disebrang mereka menatap mereka tidak suka.
Aquarius.
"Sumpah yaa Sherina sekarang makin ngesok banget deh"
"Iyaa anjir udah berani ngejawab juga sekarang"
"Udah suka nempel sana sini lagi sama cowok"
"Jiwa jiwa simpenan g***n emang gak bisa ilang sih"
Aquarius masih diam ditengah anak anak asrama menghina Sherina yang berada sedikit jauh dari tempat mereka duduk, matanya menatap Sherina tidak suka.
"Semenjak koma, jadi songong dia ye"
Menarik, Aquarius menatap ke sumber suara dengan kening menyerit "Koma?"
Salah satu team rampak bedug tersebut mengangguk membenarkan pendengaran Aquarius "Iya, ada kali satu minggu dia koma, terus dirawat sekitar 10 hari lah totalnya" jelasnya
"Lo tau dari mana?" Tanya yang lain
"Diakan komandan kompi bokap gue, jadi tahu lah" timpalnya lagi
Mendengar penjelasan tersebut, Aquarius merenung. Pantas saja Sherina sempat tidak terlihat selama beberapa hari disekolah hari itu.
"Iyus, bukannya lo suka sama bang Sophyan? Noh dia deket deket Sherina"
Diingatkan seperti itu, membuat Aquarius menekuk bibirnya. Bete.
"Lihat aja nanti pas balik dari sini"
✨✨✨
Wajah Yudha malam itu sudah kusut sekali, jika mengikuti moodnya maka Yudha akan memarahi semua anak anggota dihadapannya ini. Syukurlah Yudha bisa menahan emosinya.
"Oke, cukup sampai disini kita latihan seperti yang saya bilang tadi. Semoga besok kalian bisa lebih jujur dengan ucapan kalian. Jika memang belum hafal, bilang belum." Tegas Yudha membuat anggota team rampak bedug yang merasa tersindir tidak enak
Setelah membaca doa dan berjargon ria, semua bubar dari barisan dan mulai merapihkan tas mereka.
Wajah Sherina sudah sumringah melihat Alda yang telah menyiapkan dan merapihkan barang barangnya. Melihat itu, Sherina langsung berlari semangat kearah Alda.
"Uwuuuwwww Alda gemoss bangettt punya gue udah dirapihiinn nanti gue traktir teajus gula batu yaaa"
Alda membelakkan matanya saat Sherina mengunyel unyel wajahnya menjadi tidak karuan, karena kesulitan berbicara, Sherina memilih menjambak ujung rambut Sherina dengan mata yang sudah melotot kesal.
"Sakit, onta!"
Mengabaikan protesan Alda, Sherina sudah tersenyum lebar lalu mencium pipi Alda kemudian mengambil tasnya ditangan Alda. Membuat Alda dengan cepat melempar Sherina menggunakan kunci motor.
"Gilaaa!" Kesal Alda kepada Sherina yang sudah berjalan lebih dulu dari Alda dan tengah terkekeh geli
✨✨✨
Sherina sudah menekuk wajahnya dengan sempurna, bibirnya sudah maju sepuluh senti sepertinya. Bete dengan Alda.
"Aaaaa Aldaaaa, terus gue balik sama siapaaa" rengek Sherina membuat anak anak Retsu yang tengah mengambil motornya menatap Sherina
Tentu saja ada yang menatap tidak suka
Dan ada yang menatap bingung
"Ck, gue juga gak tahu, bokap gue dadakan banget kaya tahu bulat minta balik bareng dari jaga *satri-nya"
*Jaga Satri = jaga di pos asrama, pengaman asrama ditempat penyimpanan s*****a atau lapangan tembak
Kini, Sherina tengah bingung, Alda juga sama bingungnya seperti Sherina.
Sampai kebingungan mereka teralihkan dengan suara Aquarius yang mendayu malam itu. Mata Sherina menyipit, memastikan bahwa itu Aquarius.
"Bang, aku balik bareng abang boleh yaa?"
Sherina memutarkan bola matanya malas, malas melihat pemandangan menye menye Aquarius dengan Sophyan.
"Kasian banget si lenjeh di cuekin bang Sophyan" komentar Alda
"Loh? Belom balik?"
Mata Sherina menuju sumber suara, Sophyan dan Aquarius ada didekatnya.
Mendengar ucapan Sophyan kepada Sherina, rengekan Aquarius langsung terhenti dan kembali bersifat stay cool. Menyadari hal tersebut, Sherina mencebik sembari terkekeh.
Muka dua, kupret!
"Iya bang, ini saya mau jemput papa yang baru turun jaga satri tapi kasian Sherina gak ada yang anter balik" jawab Alda
Sophyan mengangguk paham "Yaudah, Sherina sama saya aja sekalian sama mau kerumah pak Raden"
Aquarius membelakkan matanya, kesal dan tidak setuju "Loh bang? Kan tadi yang mau minta balik sama abang, aku?"
"Kamu tadi kesini sama siapa?" Tanya Sophyan kepada Aquarius
Mendengar pertanyaan yang sedikit mengintimidasi, Aquarius menunjuk salah satu tetangganya.
"Yaudah, sama dia lagi aja, toh boncengan dia kosong" seloroh Sophyan sembari melepaskan gandengan Aquarius dilengannya
"Ayok, kamu sama saya" tarik Sophyan kepada Sherina
Sherina menurut, kemudian berdada ria kearah Alda. Saat matanya bertemu dengan Aquarius, Sherina mengibakkan rambutnya. Seakan mengatakan
im winner
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~