
Tidak semua ruangan di kantor itu untuk bekerja.Di lantai tertinggi gedung Dirgantara & Co—perusahaan konsultan elite yang dikenal dengan standar profesionalismenya yang nyaris kejam—ada satu ruang rahasia. Ruangan itu tidak tercantum di denah resmi. Tidak ada nama. Tidak ada nomor. Hanya dinding kaca gelap yang menghadap langsung ke koridor utama, di depan ruang kerja sang CEO.Semua orang tahu: jangan mendekat.Semua orang juga pura-pura tidak tahu, bahwa dari balik kaca satu arah itu… ada sesuatu yang terjadi.Freya Alesha Putri, gadis pintar dari keluarga sederhana, tidak pernah berniat menjadi bagian dari sisi gelap itu. Ia hanya ingin bekerja keras, naik jabatan, dan membuktikan dirinya di dunia penuh orang kaya dan sombong. Ia tidak punya waktu untuk urusan pribadi—apalagi urusan yang berbau seks dan kekuasaan.Tapi semuanya berubah malam itu.Saat ia lembur sendirian, dan tanpa sengaja melihat Alvaro Dirgantara—bos besar yang selama ini hanya dilihat dari jauh—bersama seorang wanita di dalam ruang kaca itu. Tidak ada suara. Tidak ada kata. Hanya gerakan tubuh yang terlalu berani untuk disebut sekadar “pelukan”.Freya seharusnya pergi. Tapi tubuhnya terpaku.Matanya tidak bisa lepas.Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya… ia basah hanya karena melihat.Apa yang seharusnya membuatnya jijik justru membuatnya bergetar. Ada sisi dirinya yang belum pernah disentuh. Sisi yang lapar. Sisi yang hanya bisa dipanggil oleh seorang pria seperti Alvaro—dingin, dominan, dan tak tersentuh.Lalu undangan itu datang.Satu pesan masuk dari email pribadi CEO:“Masuklah ke ruang kaca. Aku ingin tahu, seberapa dalam kamu bisa bertahan.”Dari situlah semuanya berubah.Freya tidak hanya bekerja di kantor itu. Ia mulai hidup di dalamnya—terhisap ke dalam permainan kekuasaan, kontrol, dan kenikmatan yang membuatnya kehilangan batas antara cinta, nafsu, dan kehancuran. Karena sekali kamu masuk ke ruang cermin, kamu tidak akan pernah keluar sebagai dirimu yang sama.Dan Alvaro?Dia bukan pria yang mencari cinta.Dia hanya ingin satu hal: melihatmu meleleh… di bawah kendalinya.
