Mata Uang TerakhirDiperbarui pada Jun 15, 2025, 06:29
Tahun 2040. Dunia sudah tak sama lagi.
Uang tunai telah lama menghilang, dan sistem keuangan global kini dikendalikan oleh jaringan digital yang terhubung langsung ke identitas personal tiap manusia. Setiap transaksi, pinjaman, bahkan keinginan dan ketakutan seseorang bisa terbaca melalui Global Finance ID (GFID) identitas keuangan tunggal yang memutuskan segalanya, mulai dari akses layanan publik hingga status sosial.
Bagi sebagian orang, sistem ini adalah bentuk kemajuan dan efisiensi. Tapi bagi Nayla Pramesti, sistem ini adalah jerat yang membunuh perlahan.
Nayla adalah seorang mantan analis keuangan jenius yang kini menjalani hidup tenang sebagai guru matematika di pinggiran Jakarta. Ia hidup dalam bayang-bayang masa lalu kelam keluarganya, sang ayah, Rendra Pramesti, seorang ekonom ternama, dihukum mati tanpa proses hukum yang adil karena dituduh menyimpan dan memperdagangkan ShadowCoin mata uang digital gelap yang tak bisa dilacak oleh sistem global.
Bertahun-tahun Nayla mencoba melupakan tragedi itu. Hingga suatu hari, sebuah flash drive tua warisan ayahnya aktif kembali. Di dalamnya tersimpan petunjuk menuju akun ShadowCoin terakhir, rekening senilai miliaran yang tidak hanya berisi aset, tetapi juga rahasia tentang manipulasi besar-besaran dalam sistem keuangan dunia.
Tanpa disadari, Nayla telah membuka pintu yang seharusnya tetap terkunci.
Sementara itu, dari sisi lain dunia, Damar Wicaksana menerima perintah baru. Sebagai agen elit Badan Keamanan Keuangan Dunia (Global Financial Security – GFS), Damar dikenal sebagai sosok disiplin, tanpa kompromi, dan setia pada sistem. Ia ditugaskan melacak jejak pemilik akun ShadowCoin terakhir dan namanya mengarah ke Nayla.
Tapi ketika Damar mendekatinya dengan identitas palsu sebagai jurnalis independen, ia mulai meragukan misi yang ia jalani. Nayla bukan ancaman. Ia adalah korban. Dan di balik ketegaran wanita itu, Damar melihat sesuatu yang tak pernah ia duga: kejujuran di dunia yang penuh kebohongan.
Mereka terjebak dalam pelarian berbahaya, diburu oleh sistem yang tak mengenal ampun. Namun mereka tak sendiri. Nayla ditemani oleh Kirana, AI asisten digital miliknya yang perlahan mulai mengembangkan kesadaran, emosi, dan naluri perlindungan sebuah prototipe langka yang tak bisa dikendalikan oleh jaringan pusat.
Bersama-sama, mereka membuka satu demi satu kebenaran pahit:
Bahwa sistem yang mereka percaya menjaga ketertiban dunia ternyata menyembunyikan kejahatan besar.
Bahwa manusia telah menjadi angka dalam algoritma, dan cinta hanyalah variabel yang dianggap tidak relevan.
Bahwa dalam dunia yang sudah terlalu canggih, harapan hanyalah mata uang terakhir yang tersisa.
Damar harus memilih melanjutkan tugasnya dan menghancurkan satu-satunya orang yang membuatnya merasa hidup kembali, atau membelot dan melawan sistem yang telah membesarkannya.
Dan Nayla? Ia harus menentukan: memperjuangkan kebenaran yang bisa mengubah dunia, atau menyerah dan tetap hidup dalam kebohongan demi keselamatan orang-orang yang ia sayangi.
“Mata Uang Terakhir” adalah kisah tentang cinta yang tumbuh di tengah pengkhianatan, tentang keberanian untuk melawan sistem yang sempurna, dan tentang apa artinya menjadi manusia di dunia yang dikendalikan oleh mesin.
Ketika segalanya bisa dihitung, dikendalikan, dan dijual..
Masih adakah ruang bagi cinta untuk bertahan?
⸻
Siap untuk menyusup ke dalam sistem? Atau justru kamu bagian darinya?
Temukan jawabannya di Mata Uang Terakhir.
⸻