Perawan dan Janda

1625 Kata

Setelah meminum obatnya tadi, Gizka berharap langsung bisa tertidur pulas. Sayangnya sesuatu terjadi di luar kendali. Seharusnya ia beristirahat, tapi hati dan otaknya justru sibuk memikirkan Leo yang sedang menemui Riana. Sedang apa mereka di luar sana? "Buat apa Gizka?" keluhnya. Buat apa memikirkan mereka? Bukannya membaik setelah meminum obat. Kepalanya justru semakin bertambah pening. Dan itu dikarenakan ulahnya sendiri yang memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak perlu ia pikirkan. Padahal Leo juga bukan siapa-siapanya. "Aduhh ... sejak kapan sih gue jadi melow gini?" Gizka memaksakan dirinya untuk bangkit. Kesal pada dirinya sendiri. Ia merasa ini bukanlah dirinya. Gizka itu ceria dan selalu bersemangat. Bukan yang sedikit-sedikit baper, lalu melow-melow nggak jelas seperti ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN