"Kenapa sih, Mbel? Mukanya lecek amat kaya cucian gue ...." Monica mengamati raut wajah sahabatnya yang nampak bete itu. Datang-datang sudah manyun. "Gue pengen makan orang." Gizka langsung melempar tubuhnya ke kasur kamar Monica yang empuk. Kosan baru dan sudah pasti Monica tidak membayar sendiri untuk uang kosannya. Andai ia juga punya pacar seperti Monica. Ketika mendapat musibah, ada yang perhatian dan ada yang pengertian. "Kenapa lagi, sih, Mbel?" Monika ikut melempar tubuhnya ke sebelah Gizka. "Gue lagi sensi, nih.Jangan panggil-panggil gue gembel lah." Gizka memasang muka galak. Bukannya takut, Monica justru malah cengengesan. "Gue 'kan cuma ngikutin lo, Giz." Monica membela diri tanpa dosa. "Lagian kenapa sih? Bos lo kenapa lagi?" Sudah Monica tebak. Keluh kesah Gizka itu nggak

