"Kalau dipikir-pikir hidup kamu enak, Kei," celutuk Mbak Fina tiba-tiba. Keisha langsung menaikkan satu alisnya lantas tertawa pelan. Tidak tahu saja Mbak Fina, pernikahannya waktu itu hampir batal. Karena tidak kehadiran seseorang. "Maksud Mbak Fina?" "Ya enak aja, Kei. Sejak lahir kamu sudah bergelimang harta dan kasih sayang dari orang tua kamu. Sudah besar begini dapat suami yang setia seperti Doni, saya bisa saja iri lihatnya." Mbak Fina ikut tertawa pelan. "Tapi saya tetap ikhlas kok dengan kehidupan saya sekarang ini." Mbak Fina tersenyum kecut. "Mbak," panggil Keisha, gadis itu menghela napas pelan. "Meski kehidupan saya kelihatan baik-baik aja di depan, Mbak. Mbak salah besar, banyak yang harus saya lewati selama ini. Termasuk berusaha untuk mencintai suami sendiri," jelasnya.

