(39)

1800 Kata

"Kamu yakin, Kei? Aku nggak akan pernah maksa kamu tentang memberikan hak itu." Keisha menggeleng tegas. "Aku udah yakin, lagi pula kita udah saling cinta. Dan kamu tidak bisa terus menahan hasrat kamu. Maka itu, bikin aku jadi milik kamu seutuhnya." "Jangan pernah menyesal, Kei. Setelah kita melakukan ini." "Nggak akan, Doni." Keisha mengulum bibirnya. "Tapi pelan-pelan, yah." "Iya," Doni tersenyum tipis mengingat tentang kejadian panas malam tadi. Pukul 4 pagi, azan sudah berkumandang maka itu dia terbangun. Dan mendapati Keisha sedang meringkuk sambil memeluknya dengan erat. Tubuh mereka terlapisi oleh selimut tebal. Doni mengecup puncak kepala Keisha. Mengusap rambut istrinya sengan lembut. Sekarang Keisha sudah melakukan tugas istri yang sebenarnya, melayani Doni dengan baik, se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN