(43)

2030 Kata

Ini pertemuan untuk pertama kali. Keisha tidak menyangka kalau Alvaro berada di depannya sekarang. "Kei, aku mau bicara berdua sama kamu," ujar Alvaro, setelah mendengar nada pengusiran dari Keisha. Wajah Kesiha masih datar. "Nggak ada yang perlu kita bicarain di sini, silakan keluar," usirnya lagi secara terang-terangan. "Kei ... aku mohon," lirih Alvaro. Keisha tidak ingin mendengar laki-laki itu, dia ingin menghiraukan, tetapi sisi hati paling dalamnya menginginkan sebaliknya. Maka itu, Keisha memalingkan wajahnya agar tidak luluh dengan laki-laki di depannya ini. "Pergi, jangan pernah tunjukkan wajah kamu ke saya lagi." Keisha tetap bersikeras mempertahankan dinding kokoh yang sudah dia siapkan sejak lama. Seakan tahu kalau Alvaro akan begini setelah datang ke kehidupannya lagi. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN