Aktivitas kembali seperti semula usai waktu pindah rumah kemarin. Wajah Doni sangat cerah, binar matanya tidak bisa membohongi. Rasanya sangat bahagia sekali, bagaimana tidak bahagia? Wong dia kemarin malam dapat hadiah yang mengagumkan dari istrinya. Doni jadi pengen dapat hadiah gitu lagi. Dasar laki-laki, sudah di beri satu kali tidak mau berhenti terus. Ya, bagaimana lah. Keisha seperti sudah candu baginya. "Maaf, Tuan. Senyuman Anda bisa bikin saya salah tanggap, saya perhatiin dari tadi senyum-senyum sendiri," tegur sekretaris Doni. Doni langsung tergagap, laki-laki itu berdeham pelan. "A-anu ... ini kok rekan bisnisnya lama banget sih? Padahal kita janji jam 1 siang loh, kok sampe sekarang belum datang." Doni sengaja mengalihkan pembicaraan. Sekretaris laki-laki itu seakan paham

