Merenggangkan otot tangannya yang terasa kaku, Fera melihat ke arah kanan di mana Angel masih sibuk membenahi pakaian keduanya ke dalam lemari. Tersenyum kecil, Fera jadi merasa sangat dekat dengan Angel. Ternyata gadis itu tidak semerepotkan yang Fera pikirkan. Angel masih bisa diajak kerja sama. Dan itu terlihat jelas ketika ia meminta Angel menemaninya—lebih tepat ikut bersamanya—ke Stockholm. Tempat di mana Fera akan membuktikan pada siapapun bahwa Fera sesayang dan secinta itu pada Gean. Sudah cukup selama ini Gean yang menunjukkan bagaimana rasa sayang dan sukanya yang selalu membela Fera di manapun berada. Sekarang giliran Fera yang membalas semua perlakuan lelaki itu. “Lo capek gak, Ngel?” Tanya Fera seraya membuka bungkus permen karet yang ia ambil dari dalam tas kecil di pahany

