Helaan napas terdengar begitu pria baya di depan sana menatap tajam salah satu dari lelaki kembar di dekatnya. Aura mencengkam tak kunjung selesai sejak 1 jam yang lalu. Entah karena keduanya yang sama-sama tidak ingin mengalah atau keduanya yang tidak mau mengerti satu sama lain. Yang pasti, itu berbahaya bagi keduanya yang tidak berhenti saling menatap tajam. Rian yang sejak tadi hanya menjadi penengah saja sudah sangat lelah dan merasa sia-sia. Tidak ada yang mau mendengarkan satu sama lain. Mereka sama-sama kuat dengan keteguhannya. Rian tahu, kembarannya juga memiliki sikap dan juga sifat dingin itu tak lain dan tak bukan adalah keturunan kakeknya. Tapi apa harus keduanya sama-sama menunjukkan kesamaan saat berdebat seperti sekarang? “Aku rasa ini sudah selesai. Aku udah bilang sama

