“Jadi ceritanya lo sadboy?” Gean mendelikkan matanya pada Simon yang kini tertawa keras. Lelaki yang duduk di depannya dengan jas yang rapi itu terlihat bahagia dengan ledekannya yang diberikannya pada Gean. Belum lagi lelaki keturunan Ukraina itu membuat wajah menyebalkan yang ingin sekali Gean pukul dengan kedua tangannya. Beruntungnya ia masih waras untuk melakukan itu semua. Ia juga masih waras untuk melakukan kekesaran pada seorang lawyer macam Simon. Bisa dituntut habis-habisan Gean nanti. “Kalau tujuan lo ke sini karena mau ngeledek gua, mending keluar,” titah Gean yang sudah muak dengan tawa kurang ajar Simon. “Oke. Gua minta maaf. Tapi, Fera beneran gak notice lo sama sekali?” Tanya Simon. Gean mengedikkan bahunya. “Ada masalah apa sih dia sama keluarganya? Gua lihat, nama a

