Ending?

1777 Kata

    Tarra mendelik, menatap Tian yang memasang muka tidak bersalahnya. Sungguh, permintaan Tian ini membuatnya geleng-geleng kepala. Kok bisa?     “Ayolah, Ra. Tadi pagi kan kita udah sah jadi suami istri. Berduaan di kamar nggak bakal ada yang nyariin. Lea udah ngasih kado spesial buat kita berdua,” ujar Tian mulai melepas kemeja hitamnya. Tarra menelan ludahnya kasar. Bimbang antara mengiyakan atau menolak ajakan suami yang menikahinya 2 jam yang lalu.     “Nggak enakan, Fi. Entar kalo Om Priambodo sama Om Bagas nyariin gimana? 3 jam lagi kita harus nemuin tamu-tamu yang datang. Aneh-aneh wae.” Tarra menggerutu sedang Tian mulai terkekeh kecil.     “Sebentar doang,” ujar Tian dengan santainya.     “Oiya, kamu juga harus biasain manggil Papa bukan Om Priambodo lagi,” lanjut Tian. Tarr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN