Ketika suasana sawah mulai sepi, laki-laki itu keluar. Laki-laki bertubuh tinggi dengan suara berat. Perlahan mulai mendekati Nata. Seolah siap memangsanya. "Ternyata begini sekarang kerjaanmu, hah?!" Sapanya pada Nata yang masih istirahat. "Panas-panasan, susah. Tapi belagu! Cuih!!" Wira meludahinya. Plaak!!! Bugg!! "Kurang ajar, kau!! Mau apa kau kesini dasar licik!!" Plak!! Bugg!! Berbeda dari biasanya. Wira kali ini melawan setiap pukulan yang Nata layangkan. Namun, Nata tak mau kalah. Ia balas memukulnya. Plak!! Bugg!! Suasana panas bercampur emosi kian tak terhenti. Nata tak bisa menahan emosinya kembali. "Licik, kau!! Kenapa tak enyah segera dari tempat ini?! Bukannya seluruh harta sudah kuberikan? Hah?!" Darah mengalir di pelipisnya. Tetesan darah mengalir. Jatuh ke ta

