"Pernah membayangkan hidup akan seperti ini?" "Jangankan membayangkan, Mas sama sekali tak terlintas sedikitpun akan bertemu dengan orang sekurang ajar seperti dia!" "Ssst... Mas minum lagi. Biar tenang." Naya mengambil gelas minumannya. "Terima kasih." "Hidup memang adakalanya seperti tebak-tebakan, Mas. Apa yang akan terjadi beberapa menit kemudian pun tak ada yang pernah tahu." "Mau kita seberusaha apapun, tidak ada yang dapat menebak apa yang akan terjadi." "Disanalah barangkali letaknya nikmat bagaimana seseorang diuji untuk mensyukuri." Nata menegakkan tubuhnya. Memandang istrinya kembali. Mendengarkan tutur lembut nan sejuk itu. "Mas..." "Hum? Apa, sayang?" "Terima kasih sudah menyayangiku sampai saat ini." Nata tersenyum. Angin sejuk seakan mengalir begitu saja. Meninabo

