Sesuai perkataannya, laki-laki bertubuh tinggi itu kembali. Ya. Wira. Masih dengan topi hitamnya. Suara berat, khasnya. Berjalan dengan tegap, ia kembali melangkah ke rumah Nata. Senyumnya sedikit menyeringai, seperti seekor serigala yang bersiap menikam buruannya. Namun, senyum itu setengah diperlembutnya. Sedikit membungkuk, ia langsung menyapa. "Hallo, Tuan Nata? Sudah siap? Hahaha." Tawanya. "Mau harta atau wanita? Oh ya, saya punya tawaran menarik lainnya untuk Tuan." "Apalagi, kau?" Nata menarik kerah bajunya. Menaikkanya. Kesal. Laki-laki bertopi hitam itu merapikan kembali kerah bajunya. Tersenyum pada Nata. "Tenang, Tuan. Niat saya baik. Hanya memberi bonus penawaran. Gimana? Mau dengar?" "Apa maksud lo? Hah??!" Nata tak bisa menahan emosinya. Sejak kemunculan pria mist

