"Tawaran bonus. Tawaran ketiga itu adalah..." "Anda tinggalkan harta dan istri kalian Tuan di sini. Dan saya janji akan memberikannya yang lebih dan lebih dari ini. Harta yang lebih berlimpah dan istri yang lebih cantik." Plaak!!! Sebuah pukulan kembali mendarat di wajah laki-laki misterius itu. Darah segar mengalir dari pelipisnya. Namun, laki-laki itu semakin tertawa. "Haha... Anda persis sekali sekali ayahnya." "Mudah emosi urusan wanita." "Diam kau!!" "Anda yakin tak mau mempertimbangkan tawaran ketiga itu?" "Harta Anda akan aman. Istri Anda bisa digantikan dengan yang lebih cantik dari ini." Plaak!! Bugg!! Kembali, Nata menghujamkan pukulannya. Laki-laki itu tak melawan. Sedikitpun, ia tak melawan. Membiarkan darah segar mengalir dari pelipisnya. Pun sekitar mulutnya. "D

