Part 53 - Kamu Baik-baik Saja, Mas? (Revisi)

216 Kata
"Mas, sebenarnya kita mau kemana, sih?" tanya Naya penasaran. "Sebentar lagi sampai. Pegangan. Jalannya masih berkelok-kelok," pinta Nata menyuruh istrinya berpegangan di pinggangnya. "Mas... itu pantai?" Dari ketinggian, Naya melihat hamparan air biru kehijauan. Berselimut awan seperti langit dan bumi yang menyatu. Siapa saja mata yang memandangnya, akan dibuat takjub olehnya. "Benar. Indah bukan?" "Indah sekali." Perjalanan yang cukup memakan waktu itu, akhirnya menepikan keduanya di sebuah pantai di Jawa Tengah. Pantai yang terkenal dengan keasrian dan debur ombaknya. Dimana dikelilingi bukit tinggi, membuatnya sangat asri. "Kenapa kamu ngajak aku kesini, Mas?" "Karena... aku ingin melihat dunia lebih lambat, Nay. Seluruh pekerjaan belakangan ini membuatku seperti robot," tutur Nata sembari berdiri memandang pantai. "Kamu capek, Mas?" Nata menatap istrinya seraya mendekap. "Selagi ada kamu di sisiku, aku akan baik-baik saja. Jangan pernah pergi, ya?" Suara Nata terdengar lebih lembut dari biasanya. Hal itu juga yang sepertinya membuat kecurigaan Naya. Ada apa sebenarnya? Apakah sebegitu rumit masalah di penerbitannya? Atau ada hal lain yang ia tak tahu? "Heh! Kok bengong?!" Nata mengagetkan Naya. "Eh, iya, Mas?" "Oh ya, tadi kamu pegang surat apaan?" "Surat?" "Iya. Yang tadi jatuh terus dikasihkan sama Bi Darsih." "Ouh itu... bukan apa-apa, Mas." "Yakin? Berarti boleh aku baca?" "Ehm, nanti aja. Yah?" "Kenapa?" "Gapapa. Nanti aja." "Ehm, yaudah deh. Lanjut yuk!" "Kemana?!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN