Part 94 - Ancaman Lagi

216 Kata

Drrtt Ponsel Nata berdering. Mengalihkan suasana hening. Nomor telepon asing. Namun, Nata memilih mengangkatnya. "Hallo, dengan siapa ini?" "Hallo, Tuan Nata. Gimana kabarnya?" Suara khas itu pura-pura ramah. Terdengar tak asing di telinga Nata. "Kenapa telpon kesini, hah? Tau darimana kau?" "Haha tenang, Tuan Nata. Tenang... saya cuma memastikan kabar kekasih saya. Gapapa 'kan?!" "Kurang ajar!!" Nata mulai kembali terpancing emosinya. "Haha tenang... tenang." "Mau apa lagi, hah?" Gerutu Nata. "Mas... siapa, Mas?" Suara Naya, kembali penasaran. "Bukan siapa-siapa, sayang. Ini cuma temen Mas. Ada perlu sebentar." "Ouh, gitu. Kenapa marah?" "Gapapa, cuma sebentar lagi." "Gimana, Tuan? Berani ajak saya ke rumah Tuan? Hahah." "Awas lo!!" "Ssstt tenang, tenang. Jangan terpancing

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN