Part 132 - Penawaran Perdamaian

1045 Kata

"Ayo, jawab! Hah?!" tegas Nata meminta dua tengkulak itu segera menjawab tawarannya. "Baiklah... saya akan masuk," jawabnya dengan pasrah. "Silakan duduk," Nata memersilahkan kedua tengkulak itu dengan ramah. "Sayang, tolong buatkan dua minuman lagi, ya?" pinta Nata pada istrinya. "Iya, Mas." "Sebenarnya, kalian ini siapa? Apa benar kalian tengkulak yang tadi sama-sama ikut musyawarah di rumah Pak RT?" tanya Nata memecah kebisuan. "I-i-ya, Mas. Kami tadi ikut musyawarah." "Lalu? Kenapa sampai mau mencuri surat rumah kami? Apa tujuan kalian?" "Kami berdua kecewa dengan musyawarah tadi. Kami takut profesi kami diambil alih oleh Mas Nata," jawabnya datar. "Oh.. jadi kalian merasa kehadiran saya membuat terancam?" Mereka berdua mengangguk pasrah. "Sebelumnya saya meminta maaf, kala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN