"Emang apa rencananya?" salah seorang itu berbisik. Mereka berdua pun saling setuju. Entah, apa yang sedang direncanakannya. Hujan jatuh seketika. Musyawarah pun selesai dan satu per satu pulang. Kedua tengkulak itu berjalan berdampingan. Di depannya, Nata berjalan terburu. Ia ingin segera sampai ke rumahnya. "Lihat saja kau, anak baru s****n! Rasakan nanti rencana kita!" gumam mereka. *** "Assalamualaikum...." ucap Nata sesaat setelah mengetuk pintu. "Waalaikumsalam.... eh sudah pulang, Mas?" jawab Naya tersenyum lalu mengecup punggung tangan suaminya. Penuh hidmat. "Iya, Alhamdulillah lancar. Jadi pulang tepat waktu deh. Hujan juga. Untung tadi dipinjemi payung sama Pak RT," tutur Nata seraya merapikan bajunya yang sedikit basah. "Syukurlah, aku bikinin teh anget dulu ya, Mas. B

