"Mau aku bantuin Mas?" "Jangan-jangan. Kamu duduk aja lagi di sofa. Mas ambil mangkok sama piringnya dulu. Yah? Dijamin pasti enak!" Ucap Nata bangga. Nata kembali ke Naya dengan makanan buatannya. "Sayur asem spesial. Enak kan?" "Uhmm... ternyata bisa masak juga? Kenapa baru aku tahu?" "Enak kan? Jadi? Yang kalah harus dihukum." "Emang ngapain?" "Tapi... berhubung masih pemulihan sakit, Tuan Puteri bebas dari hukuman." "Kok gitu?" "Ya bebas. Kan Mas yang menang." "Yakin, nih? Dibebasin?" "Emang? Mau apa?" "Ya... apa gitu." "Diem... ya." "Hiyaa!!" Nata tanpa berpikir panjang, membopong Naya. Naya terkejut dan hampir jatuh. "Sssst... Mas sayang banget sama kamu, Naya. Istri Nata Najendra." Ucap Nata seraya menatap matanya. Ia pun segera mendudukkanya di kamar. "Mas..." "

