"Mas..." "Tenang, yah." "Mas bisa tenang dalam urusan apa saja. Tapi tentang keselamatanmu, itu hidup, Mas. Mas gabisa orang asing melecehkanmu." "Apalagi dengan rencana licik seperti Wira itu!!" "Iya-iya, aku paham, Mas. Tapi sekarang kamu tenang dulu, yah." "Sebentar... aku ambil minum dulu, yah." "Iya." Naya segera ke dapur mengambil minum. Tak berapa saat, secangkir teh hijau sudah dibuatkannya. "Ini Naya buatkan teh hijau, Mas. Katamu biar lebih tenang." "Makasih, Sayang. Maafin, Mas ya. Mas janji akan selalu jagain kamu." "Iya, Mas. Aku percaya ko." "Terima kasih istriku." "Mas heran sama Wira. Dia punya penyakit jiwa apa sampai senekad ini?" Ucap Nata kembali meluapkan kesalnya. "Sepertinya memang benar. Ada dua orang yang sulit dinasihatin di dunia ini. Orang yang jatu

