"Sayang... lebih baik kamu ndausah ikut dulu, yah." "Mas janji gak akan lama." "Emang mau kemana, Mas?" "Seperti yang pernah kamu bilang." "Mbah Toid?!" "Ya. Lama banget gak sowan ke beliau." "Hati-hati, ya Mas." Di perjalanan Nata bertemu dengan salah seorang perempuan. "Mas Nata yah?" Nata menatap seorang Ibu bermata sayu itu. Mencoba mengingat sesuatu. Namun, alpa. "Bener, kan ini Mas Nata suaminya Mbak Naya?" Seorang Ibu bermata sayu itu kembali bertanya. "Iya, Bu. Saya Nata. Suaminya Mbak Naya. Maaf, saya lupa Ibu siapa. Pangling." "Saya yang pangling, Mas. MasyaAllah... lama banget gak liat Mas Nata dan Mbak Naya. Ko sendirian di sini, Mas? Ada apa?" "Ouh, Iya. Saya mau ke Mbah Toid, Bu. Cuman tadi neduh dulu. Rumahnya masih sama 'kan?" "Mas beneran lupa saya?" "Maaf,

