"Mas, gimana tadi di sawah? Lancar? sapa Naya menyambut Nata. "Alhamdulillah, lancar, Sayang." "Apa perlu aku bantu, Mas? Aku bisa kok. Biar kamu gak sendirian. Yaah? Yaaah?" "Ssstt, Mas gamau kamu capek." Nata menenangkan Naya yang begitu antusias ingin sekali membantunya. "Memang aku keliatan cepet capek? Keliatan lemah, gitu?" Naya cemberut melihat reaksi suaminya. "Sssst... bukannya gitu. Emang kalau kamu ikut bantu, siapa coba yang jagain rumah ini? Hayo?" "Kan bisa bilang Budemu, Mas. Pasti bisa ngertiin." Naya menjawab seakan begitu taktis. Nata pun terdiam. Memikirkan apalagi alasannya. "Ehm, bukan gitu. Ya kasian, kan. Masa kita yang tempatin, tapi nyusahin orang lain? Ya kan? Mas gamau kehadiran kita kembali ke rumah ini, malah ngrepotin orang lain. Kamu paham kan, Sayang

