(POV Naya)
***
"Nay!!" panggil Nata dengan sedikit berteriak.
Dari ruangan depan, Naya melihat suaminya nampak berbeda. Ya, ia sudah lengkap mengenakan sepeda motor, jaket, helm full face, dan satu helm untuk siapa lagi kalau bukan Naya?
"Mas? Ini beneran kamu?" Mata Naya tak henti memastikan. Tak biasanya Nata mengenakan sepeda motor. Apalagi, ini benar-benar di hadapan Naya. Bahkan, mereka berdua akan pergi bersama.
"Ya. Emang gimana? Tambah keren yah?" celetuk Nata.
"Apaan!"
Tak terasa, segala kecanggungan dan kebencian yang awalnya Naya pikir, kian semakin tak terlihatnya. Barangkali memang ada benarnya. Cinta akan terbiasa seiring waktu dan kesediaan hati menerima.
"Mas... ini beneran mau naik motor?"
"Iya. Kan bawa helm. Emang keliatan lagi naik becak?"
"Apaan sih, Mas. Kamu aneh."
"Haha gapapa aneh. Yang penting disayang kamu."
Lagi, Nata mulai menggoda Naya.
"Udah sini, cepetan!"
Naya yang masih berdiri mematung di depan Nata pun berjalan ke depan. Perlahan ia sudah tepat di hadapan Nata.
"Nah, sini." Nata memakaikan helm full face juga pada istrinya.
"Kenapa pake helm ini? Emang gak berat?"
"Emang gimana? Lebih nyaman 'kan?"
Naya memegang perlahan helm yang sudah dipasangkan suaminya. Sesekali menunduk melihat ruangan helm yang agak berbeda dari helm half face biasa.
Dari balik kaca helm itu, sepasang mata memerhatikan tingkah Naya.
"Heih, kenapa?"
"Nggakpapa, Mas. Iya, nyaman."
"Nanti lebih nyaman pas sudah jalan."
"Oh ya?"
"Mau bukti? Cepetan naik!" pinta Nata tegas tapi tetap penuh kelembutan.
***
Sebenarnya Nata akan membawa Naya kemana? Apakah mereka akan semakin saling mencintai?