Part 122 - Rencana Tak Terduga

1037 Kata

Perempuan di hadapan Nata tersenyum. "Maaf, Ibu siapa?" Sapa Nata. Begitu kacamata dilepaskannya, Nata kaget. "MasyaAllah Bude Laras. Silakan masuk, Bu. Pangling." "Kamu itu ya, Nak. Padahal baru kemarin ketemu." "Iya, Bu. Ibu ada perlu sama saya atau?" "Iya. Sekalian sama istrimu, Naya. Ada yang pengin Bude omongin." "Memang tentang apa, Bude?" Nata cukup dibuat penasaran dengan kedatangan Bude Laras saat itu. Tak perlu lama, ia masuk ke dalam memanggil istrinya. "Silakan duduk dulu, Bude. Saya panggilkan Naya dulu." "Iya, Nak." Nata melangkah dengan penuh tanya. "Sayang..." "Iya, Mas? Siapa yang datang? Kok cepet?" "Bude, Sayang..." "Bu Menik?" "Bukan. Bude Laras. Ah, gini. Sebenernya beliau bukan sedarah dengan Ibu. Cuma karena saling deket, jadi pas kecil sudah kebiasaa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN