"Kenapa mesti bilang gagal, kalau yakin berhasil?" Naya berusaha meyakinkan suaminya. "Sekarang, mungkin sudah waktunya, Mas. Benar kata Mbah Toid. Kamu harus lebih tenang dalam menghadapi orang sepertinya." "Itu saja yang berusaha Bude sampein. Pikirkanlah kembali, Nak Nata. Yasudah, Bude pamit dulu ya?" Bude Laras pun pamit. Meninggalkan pikiran rumit bagi Nata. "Hati-hati, Bude." Ucap Naya seraya mengantarnya sampai ujung pintu. "Apa yang harus aku lakukan, Sayang? Kamu yakin Mas harus lakuin ini?" Nata berusaha melihat sesuatu yang menenangkannya. Nata tahu ini bukan pilihan mudah. Orang seperti Wira tak akan membiarkan kekalahan begitu saja. Bahkan, kalau fakta mengatakan dia kalah. Orang licik punya seribu satu cara. "Sayang... kamu tahu kan Wira orang seperti apa?" "Dia begit

