Max duduk dengan Viola dikursi kayu ruang tamunya rumah Nathan-Max, mereka tak jadi jalan-jalan karena keadaan Max yang tidak memungkinkan. Ia berniat menghibur Viola, dia yang mengajaknya jalan-jalan namun tak jadi pergi karena ia sakit. Dan beruntungnya Max, karena Viola bisa mengerti keadaannya, tidak egois malah merawat dirinya. Viola dengan sabar dan telaten menyuapi Max makan spaghetti yang dibuat Viola mendadak, karena daging yang dibawanya sudah jatuh berhamburan. "Aaaa'" ucap Viola agar Max membuka mulutnya lebar. Max membuka mulutnya, sudut bibirnya pecah membuatnya susah membuka mulutnya. "Aw," ucap Max tertahan, ia tak mau terlihat lemah di hadapan Viola. "Sakit ya?" tanya Vi mengusap pipi Max lembut, tangan Max memegang tangan Viola. Wajahnya ia dekatkan di muka Viol

