Seringaian Calvin tak cukup membuat Max takut, musuh bebuyutannya itu selalu mencari masalah dengannya, setiap waktu muncul begitu saja. "Mau lo apa, huh?!" Max maju selangkah, wajah mereka hanya berjarak tiga puluh sentimeter saja. "Nyawa dibalas nyawa! Lo tau kan maksud gue apa?!" bentak Calvin, ia memutari Max. Tak lama muncullah vampire lain dari kegelapan malam. Jumlah mereka banyak, jadi Calvin membawa pasukan untuk menemuinya, sungguh licik. "One on one fight!" ucap Max kemudian. "Hahaha!" Tawa Calvin pecah, diikuti oleh kawan-kawannya. Lalu Calvin berteriak agar mereka berhenti tertawa. "STOOOP!" Kawan-kawannya berhenti tertawa, suasana menjadi hening kembali. "Lo takut? Dasar pecundang! Beraninya keroyokan," ucap laki-laki kurus di depannya itu, siapa lagi kalau buka

