"A-apa bener kamu itu werewolf?" tanya Viola dengan tangan gemetaran dan jantung yang berdegup kencang. Mereka berdiri saling berhadapan, di tepi jurang di mana tempat Max selalu berkumpul dengan kawan-kawannya. Max membuang muka, meninggalkan Viola sendiri dengan beribu pertanyaan. Tak lama ia sangat terkejut, saat di dekati oleh serigala besar. Matanya seperti Viola mengenalinya. Ia mundur teratur, mencoba bersikap setenang mungkin, walau nyatanya ia takut ingin berteriak kencang dan lari. "M-Max?" tanyanya lirih. Dan serigala itu mengangguk, tanda mengerti apa yang ia ucapkan. Sepertinya benar bahwa serigala itu memanglah Max. Ia terkulai lemas, duduk di atas tanah. Matanya berkaca-kaca, Viola sungguh tak percaya bahwa Max bagian dari hewan mitos yang ia ingin ketahui. Dalam

