Viola menatap langit-langit kamarnya, berharap ada laki-laku yang menghubunginya, sekedar menanyakan kabar atau lebih dari itu malah bagus. Ia membayangkan ada pangeran berkuda yang menjemputnya untuk membawanya ke istana, cengar-cengir sendirian. Krieet! Viola menoleh ke pintu, Neneknya masuk. "Kamu dari tadi belum tidur?!" tanya Neneknya heran. "Hehehe ... belum bisa tidur, Nek," balas Viola nyengir kuda. Nenek duduk di tepi ranjang. "Tolongin nenek dong, ini balurin minyak ke punggung, sakit semua," ucapnya sambil menyodorkan minyak kayu putih pada Viola. "Nenek tuh nggak usah kerja-" Viola mengambil minyak dan mengusap ke punggung Neneknya. "di rumah aja, ngapain gitu kek, nanem apa gitu kalo bosen, nggak usah kerja kan jadi capek gini nih," omel Viola. "Nenek tuh udah bi

