Rasa benci dalam hati Viola sudah memudar berganti dengan benih-benih cinta, ia mencoba untuk tak terjebak dalam dua rasa, menyukai dua orang yang bersaudara ... sungguh serakah, batinnya lalu senyum-senyum sendiri. Ia rasa ia harus bisa mengontrol perasaannya. Viola kembali ke kelas dengan riangnya, bel masuk pun berbunyi mereka berhamburan masuk ke dalam kelas masing-masing. Di kelas Max, teman-temannya bertanya karena penasaran. "Siapa lagi tuh cewek, Bro?" tanya salah seorang teman Max. Max senyum sekejap dan kembali ke bangkunya, teman-temannya satu persatu masuk ke dalam kelas. "Buat gue aja ya?" canda seorang temannya, memainkan alisnya naik turun. "Gak, cari yang lain aja lo," balas Max. "Kayak gak pernah liat, apa dia anak baru ya?" tanya temannya heran. "Iya, pin

