Semakin Jelas

1068 Kata

Tiba-tiba suara motor berhenti. Viola mendongak untuk melihat siapa yang berhenti. Dan ia terkejut, embun disudut matanya langsung jatuh begitu saja. 'Max!' batinnya saat melihat Max ada di depannya. "Lo tunggu sini bentar," kata Max membawa motornya ke seberang jalan. Viola menghapus air matanya, malu dengan Max. "Iya, Bu. Makasih ya, saya tinggal sebentar," ucapnya pada ibu-ibu di sana. Dia menyebrang jalan lalu menghampiri Viola. "Yuk, berangkat. Motor lo biar gue yang urusin." Max duduk di jok depan memakai helmnya, dan mengulurkan helm Viola agar dipakainya. Viola memakainya lalu duduk di belakang Max, setelahnya mereka berangkat menuju sekolah. Viola sebenarnya malu kalau ingat ia pernah marah-marah dengan Max, pernah membencinya ... karena, perlahan rasa itu semakin jel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN