Tak Henti Menangis

1074 Kata

"Sayang, kamu siap-siap ya, besok kita pindah," ucap Revalin dengan suara parau. "Iya, Ma," jawab Viola lesu. "Kita akan baik-baik aja, Nak," ucap Revalin mendekap Viola yang terus saja berlinangan air mata. Viola tak menjawab namun mengangguk, akhirnya setelah sekian menit Revalin pergi dari kamar Viola, menutup pintu kamar anaknya membiarkannya untuk istirahat. *** "Sayaang ... bangun, Nak!" teriak Mama Viola dari luar kamar. "Bantuin mama beres-beres!" imbuhnya. Viola mengerjapkan matanya berulang kali dan menguceknya, ia perlahan bangun, duduk sebentar merenung lalu keluar kamar. "Bentar, Ma. Aku aku ke kamar mandi dulu," ucapnya saat melewati ruang tengah, Mamanya sedang mengemasi barang. "Iya, Sayang. Mama udah beliin kamu sarapan kalo mau sarapan dulu," imbuhnya. "I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN