Rendi menatapku penuh arti, aku tak mengerti maksudnya. "Yuk pulang udah jam sembilan lebih," "Emang udah ngantuk?" candanya seketika aku menoleh, "Emang aku bayi? aku gak enak sama Ibu," "Ooo... ya udah yuk," Kami berjalan berdampingan, ia memegang erat telapak tanganku, kami saling diam tak berbicara sampai tiba di parkiran. Ia menyuruhku memeluknya erat agar tak jatuh dari motor, kamipun meluncur, motornya membelah jalanan, kilatan cahaya terlihat menakutkan, sesekali guntur menyahut, aku hanya memegang bajunya. Ia sedikit menoleh, "Peluk aku yang, dingin banget," Aku bimbang, setelah kupikir-pikir tak apa aku memeluknya karena kasihan ia hanya memakai kemeja lengan pendek tidak membawa jaket maupun hoodie. Aku memeluknya tapi belum menyentuh punggungnya, ia lantas menar

