Aku berpegangan erat karena ia melaju kencang, menyalip motor juga mobil di depan kami, lantas ia berbelok dan menghentikan motornya, kami sampai di sebuah mall, satu-satunya mall di kota kami. Ia menggandengku masuk, meski aku berstatus janda tapi tetap usia Rendi lebih tua dariku, setahun saja. Ia mengajakku makan malam, menawariku menginginkan apa untuk kami makan, akhirnya setelah kami berkeliling, lantas berhenti juga di sebuah resto ayam pak tua warna merah. Rendi memanggil pelayan dan memesan dua porsi makanan. Aku bertanya tanpa basa-basi tentang apa yang membuatku penasaran. "Ren sebenernya kamu kerja apa, aku gak pernah tau kabarmu," Dia tersenyum manis, 'aaaw, terasa ingin nyium' batinku. 'eeh... pikiran jelek pergi ... pergi sadar Ra!' kutepis pikiranku barusan.

