Mereka sampai di sekolah dengan selamat, entah nanti atau besok, Max dan Viola tetap perlu waspada. Viola turun, melepas helmnya, begitupun Max, ia menyisir rambutnya dengan jemarinya lalu mengajak Viola menuju kelas. Mereka berjalan beriringan, tanpa bergandengan tangan. "Cie-cieeeee." "Max ya? pacarnya bukan sih?" "Iya itu Max, ceweknya anak baru itu kan?" Sorakan dan bisik-bisik siswa-siswi lain membuat Max risih. Ia akhirnya pergi dahulu menemui teman-temannya digudang belakang sekolah. "Aku duluan ya, nanti jangan pulang dulu tungguin aku," ucapnya seraya berlalu. "Iya," jawab Viola lirih, kecewa karena ditinggalkan Max. Max berbalik dan mengacak rambut Viola hingga berantakan, lalu balik badan pergi dahulu. Viola tak jadi kesal karena sikapnya yang manis. Ia berjalan

