Pukul setengah sembilan pagi aku mengajak ketemu Rendi di sebuah Kedai Mawar di kota. Ia langsung mengiyakan dan menuju ke sini. Sepuluh menit menunggu akhirnya dia datang juga. Ia celingukan mencari keberadaanku, ku lambaikan tangan agar dia segera menyadarinya. Dia mengangguk seraya berjalan kearahku, semua pasang mata tertuju padanya beberapa tahun tak bertemu, dia semakin menawan. Kulitnya yang putih bersih, perawakan tinggi dengan badan sedang, d**a bidangnya di balut dengan kemeja surfing dan celana baggy tak lupa memakai sepatu. Dia terlihat sangat tampan dan keren berbeda denganku, aku terburu-buru jadi hanya memakai kaos pendek dengan jaket dan celana tidur lengkap dengan sandal jepit. Ah... malunya. Semua orang terlihat berbisik-bisik, menatap remeh ke arahku, bergantian

