Bab 60

1157 Kata

Aku dan Rendi tertawa terpingkal-pingkal. Ia jahil sekaligus lucu, aku sangat suka laki-laki lucu, karena aku akan selalu tertawa, seperti sekarang, perutku dibuat kaku karena Rendi tak hentinya melucu. Aku lelah tertawa, perutku sakit, kualihkan pembicaraan kami. "Yang gimana kalo kita tinggal di rumah Ibu setelah nikah?" Ia diam, mungkin berpikir. "Aku sebenernya ada tabungan kalo buat DP beli rumah tapi, Ibu sama Bapakku minta kita tinggal dirumahnya karena aku anak tertua dirumah," Raut wajahnya berubah serius, aku ikut bingung. "Terus gimana doong?" kututup wajahku dengan kedua telapak tangan, "gak jadi nikah?!" ucapku spontan mendongak. "Hush kamu ngomong apa? Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, sekarang kita belum nemu aja, ia menopang tubuhnya kebelakang, menumpu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN