Mendaftar

1140 Kata

Max merasakan agak sakit dipunggungnya, meski tadi tak terasa apapun sekarang rasanya cukup menyiksa, untung saja Nathan segera mengobati lukanya. Ia beruntung memiliki saudara yang peduli dan juga suka mengomel menggantikan ibunya itu, ia terkekeh geli saat mengingat Nathan mengomeli dirinya, persis sekali seperti ibunya. Tak terasa bulir bening jatuh dari pelupuk matanya. Ia amat merindukan kasih sayang orangtuanya. Apalagi ibu, ia lupa rasanya sentuhan hangat darinya. Sentuhan yang memberikan rasa aman dan nyaman, ketika sakit obatnya adalah ibu. Ia menyeka air mata yang jatuh, berbaring diranjangnya miring menghadap tembok, melamun sampai tertidur. Di kamar Viola "Sayaang, kamu udah bangun?" teriak Revalin dari luar kamar, Viola enggan bangun karena belum ada kabar baik dari Max

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN