Pamit

1229 Kata

Viola menutup mata saat bibir mereka bertemu, setelah itu ia sadar mereka sedang ada dipinggir jalan, ia refleks menarik diri kemudian duduk di samping Max. "Jahil ya kamu," ucap Viola malu-malu. "Bukannya kamu?" Max terkekeh, suka menggoda Viola. "Kamu beneran nggak tau jalan ke rumah aku?" tanya Viola serius. "Aku pengen kita ketemu di luar tanpa ada yang menguping pembicaraan kita, Sayang." "Ooh," jawab Viola manggut-manggut. "Jam-" "Aku-" ucap Max berbarengan dengan Viola. "Kamu duluan," ucap Max mempersilakan Viola dulu yang berbicara. Keduanya seperti lama tak bertemu, canggung. "Kamu jam berapa berangkat ke sini?" tanya Viola. "Lupa, aku mau pamitan sebenernya," kata Max dengan raut muka sedihnya. "Pamit ke mana?" "Mau pergi." Tak bisa dipungkiri, Viola terkeju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN