Puing-puing Yang Hancur

1075 Kata

Dunia seakan membeku saat suara letusan itu merobek kesunyian pagi. Aku melihat kilatan api dari moncong senjata Silas. Aku melihat anakku, pangeran kecilku, tersentak ke belakang. Namun, ada sesuatu yang salah. Peluru itu tidak bergerak seperti seharusnya. Di udara, proyektil logam itu melambat, dikelilingi oleh riak-riak cahaya biru elektrik, persis kayak glitch yang sering kulihat di Level 28. "Nggak... Nggak lagi!" raungku. Suaraku tidak terdengar seperti manusia. Ada distorsi metalik yang bergema di udara, seolah paru-paruku terbuat dari speaker rusak. Aku mencoba berlari menuju ke arah anakku, tetapi kakiku terasa berat, seperti terbenam dalam lumpur digital. Setiap langkah yang kuambil meninggalkan jejak kode biner yang berpendar di atas rumput hijau yang kini mulai memudar menja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN